Harimau Taman Rimba Mati

Kronologi Matinya Harimau Uni di Taman Rimba Jambi, Nafsu Makan sempat Menurun

Kronologi matinya Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatera) di Kebun Binatang Taman Rimba Jmabi.

Editor: Suci Rahayu PK
Kolase Instagram
MENGKHAWATIRKAN - Penampakan Harimau Kurus Kering di Taman Rimba Jambi. Harimau bernama Uni itu mati di usia 25 tahun pada Kamis (29/5/2025) di Taman Rimba Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Kronologi matinya Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatera) di Kebun Binatang Taman Rimba Jmabi.

Harimau bernama Uni itu mati di usia 25 tahun pada Kamis (29/5/2025).

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Agung Nugroho, menyatakan harimau Uni mati karena faktor usia tua dan kemungkinan komplikasi organ dalam.

"Saat ini bangkai harimau Sumatera sudah dibawa ke tempat penyelamatan satwa BKSDA Jambi untuk penanganan lebih lanjut dan pemusnahan bangkai," ujar Agung melalui siaran pers, Kamis malam.

Sebelumnya, pada Minggu (25/5/2025), BKSDA Jambi menerima laporan dari Lembaga Konservasi Taman Rimba mengenai turunnya nafsu makan harimau Uni.

Baca juga: Sempat Viral Karena Kurus, Kini Harimau Uni di Taman Rimba Jambi Mati, Ternyata Sudah Lansia

Baca juga: Tiga Bulan Sebelum Mati, Tubuh Harimau Taman Rimba Jambi Mulai Mengurus pada Usia Senja

Pada Senin (26/5/2025), petugas memberikan satu ekor ayam hidup dan daging ayam, namun tidak dimakan.

Pada Selasa (27/5/2025), harimau Uni diberikan satu kilogram daging babi. Uni sempat memakannya, tetapi masih tersisa sekitar 700 gram.

Petugas juga memberikan satu kaleng recovery prescription diet, namun hanya dijilat dan tidak dimakan.

"Satwa menunjukkan kondisi lethargy, namun masih dapat berjalan," kata Agung.

Pada Rabu (28/5/2025), Uni menunjukkan perilaku tidak responsif terhadap gangguan, namun masih mampu berjalan ke kandang jepit, sehingga petugas dapat memberikan tindakan medis awal. 

Pada Kamis (29/5/2025), harimau Uni dinyatakan mati saat menjalani tindakan medis berupa pemberian cairan infus NaCl 0,9 persen dan ranitidine 2 ml. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan patologi fisiologis oleh Lembaga Konservasi Taman Rimbo, diketahui bahwa Uni memiliki berat sekitar 65 kilogram. 

Diagnosis penyebab kematiannya adalah usia lanjut dan komplikasi organ. 

"Saat ini tim telah melakukan penguburan bangkai harimau Sumatera di areal TPS BKSDA Jambi sekitar pukul 20.05 WIB," tutup Agung.

Baca juga: Pengedar Narkoba Ngaku Dapat Pasokan Sabu dari Napi di Lapas Tebo Jambi

Baca juga: Deretan Pejabat Pemkot Jambi yang Diperiksa Penyidik Terkait Mall JCC Simpang Kawat

Viral Karena Kurus

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved