Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kades di Muaro Jambi Disanksi Adat Gara-gara Kirim Pesan Asusila ke Istri Orang

Warga Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi , menyegel ruang kerja Kepala Desa (Kades) Abdul Gofur.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Shutterstock
ASUSILA - Warga Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi , menyegel ruang kerja Kepala Desa (Kades) Abdul Gofur pada Senin (26/5/2025) malam. Sang kades diduga mengirim pesan asusila kepada istri orang. 

Aksi berlanjut ke kantor desa, di mana warga menyegel ruang kerja Kades dengan menempelkan kertas bertuliskan “Ruangan disegel warga Desa Kota Karang”.

Pada hari berikutnya, Selasa (27/5/2025), sejumlah tokoh masyarakat bersama perwakilan unsur pemerintah desa seperti Sekretaris Desa (Sekdes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Adat Melayu (LAM) mendatangi Kantor Camat Kumpeh Ulu.

Mereka menyampaikan aspirasi warga yang mendesak agar Abdul Gofur segera mengundurkan diri.

Ketua LAM Desa Kota Karang, Suhaidi, menyebut bahwa sesuai hasil sidang adat, Kades dinilai telah melanggar adat dan wajib meminta maaf kepada masyarakat.

Namun, menurutnya, permintaan maaf tersebut belum juga dilakukan secara langsung, sehingga memperburuk situasi.

“Yang menjadi keberatan warga adalah sikap Kades yang tidak kooperatif dalam menjalankan sanksi adat secara utuh, termasuk tidak menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat,” ujar Suhaidi.

Camat Kumpeh Ulu, Arian Syahputra, mengonfirmasi telah menerima laporan dari warga beserta hasil musyawarah desa.

Ia menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut ke Bupati Muaro Jambi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

“Kami sudah menerima laporan resmi dan akan diteruskan ke pihak berwenang,” ujar Arian.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Desa Kota Karang untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi melakukan tindakan yang bersifat anarkis.

“Menjaga keamanan dan ketertiban desa adalah tanggung jawab bersama. Saya harap masyarakat tetap kondusif,” tutupnya. (Tribunjambi.com/Muzakkir)

Baca juga: Modus Kenalkan Kitab, Mahasiswi Diduga Dilecehkan Dosen

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved