Berita Viral

Nyawa Jaksa Makin Terancam, Dua Sudah Jadi Korban Bacok, Burhanuddin Tunggu Penyelidikan Polisi

Di lokasi kejadian, tiba-tiba korban dipepet oleh dua orang mengendarai sepeda motor berlawanan. Salah satu pelaku kemudian mendekati korban dan

|
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
Keberadaan Jaksa kini mulai terancam di tanah air. Setidaknya sudah ada dua jaksa di beda daerah yang menjadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK). 

Harli menyebut dua kasus pembacokan tersebut membuktikan ancaman yang dihadapi jaksa dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Sehingga Harli menegaskan negara harus hadir memberikan perlindungan saat jaksa bertugas.

Adapun jaksa di Depok, Dymar Sasongko Kurniadi dan jaksa di Deliserdang, Jhon Wesli Sinaga diserang orang tak dikenal di luar jam tugas sehingga tidak dilindungi aparat saat kejadian.

"Apakah pengamanan itu bisa dilakukan di luar jam kerja? Bisa saja. Jika itu memang merupakan kebutuhan," kata Harli di kantor Kejagung, Jakarta, Senin (26/5/2025).

"Katakan kalau misalnya aparat jaksa melakukan penggeledahan atau penyitaan atau upaya penangkapan penahanan, nah itu bisa saja dilakukan (pengamanan) tidak pada jam kantor."

Lebih lanjut, sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025, Kejagung dapat meminta pengamanan kepada Polri ataupun TNI.

 Pihak kejaksaan juga disebut dapat bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) atau Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Harli Siregar pun mengecam aksi pembacokan terhadap jaksa yang belakangan terjadi di Deli Serdang dan Depok.

Harli menyebut terdapat saluran tersendiri jika masyarakat ingin memprotes proses hukum yang sedang berjalan.

"Saya kira ada saluran yang bisa digunakan untuk menjadi cerminan bagi kami melakukan introspeksi dan perbaikan. Tetapi jangan dengan cara-cara yang seperti ini," katanya.

Dijenguk Jaksa Agung

Jaksa Agung ST Burhanuddin menjenguk Jaksa Dymar Sasongko Kurniadi. Dia merupakan jaksa yang menjadi korban pembacokan di Depok.

"Ya, enggak sih, saya nanya kenapa dan di mana kejadiannya. Ya tentunya kita sebagai orang tua, ya yang ada anak buah, ada anggota kita yang sakit kita menjenguknya," kata Burhanuddin di Rumah Sakit Mitra Keluarga Serpong, Tangerang, Senin (26/5/2025).

Dymar mendapatkan luka serius atas sabetan benda tajam di tangan kanannya. Kejadian pembacokan terjadi saat dia pulang di malam hari.

Cerita Dymar langsung membuat Jaksa Agung memberikan perintah kepada bawahannya untuk berhati-hati saat pulang malam. Sebab, kriminalitas bisa menghantui kapan saja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved