Berita Populer Hari Ini

Politik Jambi Terpopuler, CE dan ARB Saling 'Curi' Suara Jelang Musda DPD I Partai Golkar Juni 2025

Fenomena politik Jambi saling "curi" dukungan, terjadi jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi. 

Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
Tribun Jambi
POLITIK JAMBI. Tribun Jambi edisi Kamis, 15 Juni 2025. Saling curi suara jelang Musda Golkar Jambi. 

"Kita sebagai masyarakat Tebo tentunya bangga ada putra daerah asal Tebo yang maju di DPD I Golkar, maka dari itu kita harus mendorong bapak Agus Rubiyanto,"ujarnya.

Ia meyakini, bahwa Agus Rubiyanto mampu bersaing pada Musda Golkar nanti, sehingga terpilih menjadi ketua Golkar Provinsi Jambi.

"Sangat optimis ya, bapak Agus menang pada Musda nanti," ujarnya.

Sementara itu, Agus Rubiyanto Bupati Tebo, menyebut sangat optimis bertarung memperebutkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jambi.

"Insha Allah saya siap lahir dan batin untuk maju mencalonkan diri menjadi ketua DPD I Golkar Jambi dalam Musyawarah Daerah (Musda) nanti,"kata Agus Rubiyanto.

Agus menegaskan optimismenya tersebut selain karena telah mendapatkan dukungan dari 8 DPD II yang ada di Jambi, dirinya juga optimis mampu membesarkan Partai Golkar di Provinsi Jambi seperti yang sudah dilakukannya di Kabupaten Tebo.

"Alhamdulillah selama ini Partai Golkar selalu menjadi partai pemenang pemilu, baik itu di Pemilihan legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sampai saat ini, dan kita juga optimis bisa melakukannya untuk provinsi Jambi nantinya,"katanya.

Dirinya menyebut 8 DPD II yang memberikan dukungan yakni Kota Jambi, Kerinci, Sungaipenuh, Sarolangun, Merangin, Tebo, Tanjabtim dan Tanjabbar.

"Untuk selanjutnya kami menunggu arahan DPP untuk pelaksanaan Musda Golkar Provinsi Jambi," pungkasnya

Analisis Soal Kepiawaian 

Dosen Ilmu Politik Universitas Jambi, Nasuhaidi, mengatakan dinamika dukungan yang terjadi mencerminkan realitas politik internal Golkar yang sarat strategi dan manuver tingkat tinggi. Dalam politik, dukungan bisa berubah dalam hitungan detik.

Realitas tersebut terjadi, di mana dari delapan DPD II yang sebelumnya mendukung Agus Rubiyanto, sebagian besar telah kembali ke barisan pendukung Cek Endra.

Namanya politik bisa berbalik dalam hitungan detik. Sekarang lebih dari separuh DPD II yang sebelumnya mendukung Agus, telah balik arah ke CE. Mungkin ini karena adanya perjanjian internal atau juga karena pengaruh CE yang sudah lama berkiprah di tubuh Golkar.

Partai Golkar merupakan partai politik yang sudah mapan, dengan sistem kaderisasi yang terstruktur dan solid. Oleh karena itu, kecenderungan untuk mempertahankan kepemimpinan yang berkesinambungan sangat besar. 

Figur-figur senior lebih dominan dalam perebutan posisi strategis, dan menjadi tantangan berat bagi kader muda seperti Agus Rubiyanto untuk mendobrak dominasi tersebut.

Di Golkar, ketua cenderung berkesinambungan karena partai ini mapan dan memiliki sistem kaderisasi jelas. Maka ketika masih ada tokoh senior yang kuat, relatif sulit bagi kader junior untuk menduduki posisi ketua.

Pencalonan Agus Rubiyanto dalam Musda kali ini tidak sepenuhnya didorong oleh ambisi pribadi, melainkan merupakan cerminan dari kekecewaan sejumlah DPD II atas kepemimpinan sebelumnya, terutama dalam konteks Pemilu dan Pilkada 2024.

Pasti ada kerikil-kerikil yang membuat tidak nyaman sejumlah DPD II karena tidak terakomodasi oleh DPD I dalam proses politik sebelumnya. Hal itu bisa jadi latar belakang mengapa Agus dimajukan. Jadi, Agus ini maju bukan murni karena keinginannya, melainkan dorongan kelompok tertentu yang tidak puas.

Dengan kepiawaian Cek Endra dalam membaca peta internal, memulihkan kepercayaan, dan melakukan pendekatan politik ke pusat (DPP), peluang Agus untuk merebut posisi ketua kian mengecil.

Kemampuan konsolidasi internal CE cukup piawai. Dengan strategi dan jaringan yang ia punya, dia mampu membawa kembali suara-suara yang sebelumnya lari ke kubu lawan. Bahkan, CE juga mampu meyakinkan DPP untuk kembali memberikan restu. Apalagi di bawah kepemimpinan Cek Endra, Partai 
Golkar Jambi berhasil menjadi partai pemenang kedua di bawah PAN dalam Pemilu 2024, dan menunjukkan performa cukup kuat di berbagai tingkatan. 

Dengan capaian tersebut, menurut Nasuhaidi, tidak ada urgensi kuat untuk menggantikan CE sebagai Ketua DPD I. Golkar di bawah kepemimpinan CE berhasil mengamankan posisi signifikan dalam Pemilu 2024. Ini menjadi indikator bahwa kepemimpinannya cukup berhasil, sehingga tidak ada alasan yang cukup kuat untuk menggoyang posisinya. (tribun jambi/danang noprianto/sopianto)

Baca juga: 5 Berita Populer Jambi, Pemkot Gratiskan Biaya Pemakaman di TPU Pemerintah s/d Beras Plastik di BH

Baca juga: Mahasiswa UNJA Lolos Fully Funded Peringkat 1 pada IVEC Chapter Malaysia

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved