Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Nyaris Perang Nuklir: Serangan India ke Pangkalan Udara Nur Khan

Sabtu dini hari, ledakan dahsyat mengguncang kawasan Rawalpindi, kota militer dekat Islamabad, Pakistan.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
dreaminacapcut.com
SALING TUDUH: AI-generated image: Perang India - Pakistan. Situasi konflik India dan Pakistan kembali memanas meski kedua negara baru menyepakati melakukan gencatan senjata. (Sumber/Kredit Foto: dreaminacapcut.com) 

TRIBUNJAMBI.COM - Sabtu dini hari, ledakan dahsyat mengguncang kawasan Rawalpindi, kota militer dekat Islamabad, Pakistan.

 Saat jarum jam menunjukkan pukul 02.09 pagi, Ahmad Subhan, warga sipil yang tinggal tak jauh dari pangkalan udara Nur Khan, mendengar ledakan keras yang mengguncang jendela rumahnya.

Dikutip dari Reuters,  ledakan itu menjadi awal dari eskalasi militer paling dramatis dalam beberapa dekade antara dua negara bersenjata nuklir: India dan Pakistan.

Serangan misil India ke pangkalan udara Nur Khan, yang hanya berjarak 20 menit dari ibu kota Islamabad, menandai babak baru ketegangan lama antara kedua negara.

Dalam waktu delapan jam, wilayah udara Asia Selatan menjadi arena tempur jet tempur, rudal balistik, dan drone bersenjata. Serangan ini menyulut ketakutan akan konflik skala penuh, bahkan berisiko pada penggunaan senjata nuklir.

Menurut laporan dari sejumlah pejabat dan saksi mata, pangkalan Nur Khan mengalami dua kali serangan misil dan beberapa serangan drone.

Salah satu hanggar terkena hantaman, sementara sebuah pesawat pengisian bahan bakar sedang mengudara saat terjadi serangan.

Bahkan, seorang pejabat militer India menyebut bahwa pusat komando operasional di pangkalan tersebut menjadi target utama.

Dari Serangan Udara ke Diplomasi Ruang Oval

Serangan India ini disebut sebagai balasan atas ledakan bom pada 22 April di wilayah Kashmir India yang menewaskan 26 orang. Pemerintah India menuding militan yang didukung Pakistan sebagai dalangnya, tuduhan yang dibantah Islamabad.

Menanggapi serangan di wilayahnya, Pakistan segera meluncurkan balasan ke sedikitnya 26 lokasi di India. Pemerintah Pakistan mengklaim serangan dilakukan setelah pangkalan udaranya dihantam oleh India pada pagi hari 10 Mei.

Di balik ketegangan itu, diplomasi tingkat tinggi berlangsung intens. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance melakukan serangkaian panggilan telepon ke pejabat tinggi India dan Pakistan. Presiden AS Donald Trump pun turun tangan langsung, menyerukan gencatan senjata kepada kedua belah pihak.

Ancaman Nuklir yang Menghantui

Pangkalan Nur Khan diketahui hanya berjarak sekitar satu mil dari markas perencanaan senjata nuklir Pakistan. Serangan ke lokasi ini dikhawatirkan dapat disalahartikan sebagai ancaman terhadap stabilitas nuklir Pakistan, meskipun India tidak secara eksplisit menyatakan targetnya bersifat strategis.

“Kedekatan serangan dengan fasilitas nuklir bisa disalahartikan, dan kita tidak bisa menganggap bahwa perang terbuka bisa berlangsung tanpa risiko nuklir,” kata Christopher Clary, pakar hubungan internasional dari University at Albany.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved