Nyaris Perang Nuklir: Serangan India ke Pangkalan Udara Nur Khan
Sabtu dini hari, ledakan dahsyat mengguncang kawasan Rawalpindi, kota militer dekat Islamabad, Pakistan.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Sabtu dini hari, ledakan dahsyat mengguncang kawasan Rawalpindi, kota militer dekat Islamabad, Pakistan.
Saat jarum jam menunjukkan pukul 02.09 pagi, Ahmad Subhan, warga sipil yang tinggal tak jauh dari pangkalan udara Nur Khan, mendengar ledakan keras yang mengguncang jendela rumahnya.
Dikutip dari Reuters, ledakan itu menjadi awal dari eskalasi militer paling dramatis dalam beberapa dekade antara dua negara bersenjata nuklir: India dan Pakistan.
Serangan misil India ke pangkalan udara Nur Khan, yang hanya berjarak 20 menit dari ibu kota Islamabad, menandai babak baru ketegangan lama antara kedua negara.
Dalam waktu delapan jam, wilayah udara Asia Selatan menjadi arena tempur jet tempur, rudal balistik, dan drone bersenjata. Serangan ini menyulut ketakutan akan konflik skala penuh, bahkan berisiko pada penggunaan senjata nuklir.
Menurut laporan dari sejumlah pejabat dan saksi mata, pangkalan Nur Khan mengalami dua kali serangan misil dan beberapa serangan drone.
Salah satu hanggar terkena hantaman, sementara sebuah pesawat pengisian bahan bakar sedang mengudara saat terjadi serangan.
Bahkan, seorang pejabat militer India menyebut bahwa pusat komando operasional di pangkalan tersebut menjadi target utama.
Dari Serangan Udara ke Diplomasi Ruang Oval
Serangan India ini disebut sebagai balasan atas ledakan bom pada 22 April di wilayah Kashmir India yang menewaskan 26 orang. Pemerintah India menuding militan yang didukung Pakistan sebagai dalangnya, tuduhan yang dibantah Islamabad.
Menanggapi serangan di wilayahnya, Pakistan segera meluncurkan balasan ke sedikitnya 26 lokasi di India. Pemerintah Pakistan mengklaim serangan dilakukan setelah pangkalan udaranya dihantam oleh India pada pagi hari 10 Mei.
Di balik ketegangan itu, diplomasi tingkat tinggi berlangsung intens. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance melakukan serangkaian panggilan telepon ke pejabat tinggi India dan Pakistan. Presiden AS Donald Trump pun turun tangan langsung, menyerukan gencatan senjata kepada kedua belah pihak.
Ancaman Nuklir yang Menghantui
Pangkalan Nur Khan diketahui hanya berjarak sekitar satu mil dari markas perencanaan senjata nuklir Pakistan. Serangan ke lokasi ini dikhawatirkan dapat disalahartikan sebagai ancaman terhadap stabilitas nuklir Pakistan, meskipun India tidak secara eksplisit menyatakan targetnya bersifat strategis.
“Kedekatan serangan dengan fasilitas nuklir bisa disalahartikan, dan kita tidak bisa menganggap bahwa perang terbuka bisa berlangsung tanpa risiko nuklir,” kata Christopher Clary, pakar hubungan internasional dari University at Albany.
| Update Free Fire MAX Versi Terbaru April 2025 Gratis, Banjir Harta Karun dan Skin Langka |
|
|---|
| Data Akurat Kunci Perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kepesertaan Nelayan Kecil |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM |
|
|---|
| Lowongan Kerja di Jambi 7 April 2026, Ada Siloam hingga XL Smart Mulai dari Tamatan SMA |
|
|---|
| Sidang TPPU Helen Dian, Kuasa Hukum Klaim Sejumlah Aset Tak Layak Disita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250511-Ilustrasi-perang-India-Pakistan.jpg)