Waisak 2569 BE

Waisak 2569 BE dan Candi Muaro Jambi, Percandian Buddha Terluas di Asia Tenggara

Begitu juga di Jambi yang memiliki banyak wihara (vihara) dan Candi Muaro Jambi yang merupakan percandian Buddha terluas di Asia Tenggara.

Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
Tribun Jambi/Aldino
PERAYAAN WAISAK di kompleks Percandian Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Umat Buddha merayakan Waisak 2569 BE/2025 pada Senin (12/5/2025).

Begitu juga di Jambi yang memiliki banyak wihara (vihara) dan Candi Muaro Jambi yang merupakan percandian Buddha terluas di Asia Tenggara.

Waisak atau Tri Suci Waisak, mememperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahannya (pencerahan sempurna), dan wafatnya. 

Di Provinsi Jambi, perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025 secara resmi dan besar akan digelar di Candi Kedaton,  salah satu situs utama dalam Kompleks Percandian Muaro Jambi

Acara Waisak di Candi Muaro Jambi akan berlangsung pada Minggu, 18 Mei 2025, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Tema Waisak 2025 adalah "Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Wujudkan Perdamaian Dunia".

Perayaan Waisak tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan 1.000 tahun kembalinya Mahaguru Atisha Dipankara Shrijnana dari Suwarnadwipa, wilayah yang dipercaya sebagai kawasan Muaro Jambi sekarang, menuju India untuk membawa ajaran Buddha yang diperoleh dari Nusantara.

Perayaan ini bukan hanya memiliki makna spiritual yang dalam bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali nilai-nilai sejarah dan budaya Muaro Jambi sebagai pusat peradaban agama Buddha pada masa lalu.

Jelang perayaan Waisak 2569 BE/2025, umat Buddha Kota Jambi melaksanakan ritual Pradaksina di Vihara Sakyakirti, pada pukul 17.20 WIB, Minggu (11/5/2025).
Jelang perayaan Waisak 2569 BE/2025, umat Buddha Kota Jambi melaksanakan ritual Pradaksina di Vihara Sakyakirti, pada pukul 17.20 WIB, Minggu (11/5/2025). (Tribunjambi.com/Yon)

Sejumlah biksu dan umat dari berbagai daerah di Sumatera, akan menghadiri upacara suci ini.

Perayaan ini bukan hanya untuk umat Buddha, tetapi juga untuk masyarakat luas sebagai ajakan bersama dalam menciptakan perdamaian dan keharmonisan.

Penyelenggaraan Waisak ini menjadi tradisi tahunan yang menghubungkan spiritualitas, sejarah, dan pariwisata budaya di Provinsi Jambi.

Baca juga: Waisak 2025 Dipusatkan di Candi Kedaton, Jambi Gaungkan Spirit Atisha dan Perdamaian Dunia

Dengan semangat Atisha yang membawa ajaran Suwarnadwipa ke dunia internasional, umat Buddha Jambi kini ingin membawa pesan yang sama, perdamaian dan kebijaksanaan dari bumi Melayu ke dunia.

Pradaksina Sehari Sebelumnya

Jelang Waisak, umat Buddha di Kota Jambi melakukan ritual pradaksina atau mengelilingi tempat ibadah di Vihara Sakyakirti sekira pukul 17.20 WIB.

Terlihat ratusan umat Buddha Jambi melakukan ritual ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved