Polemik di Papua

Tokoh Adat Keerom Dukung Satgas Damai Cartenz Tindak Tegas KKB Papua: Sudah Cukup Banyak Korban!

Dukungan terhadap penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua kembali menguat. 

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
DUKUNG: ILUSTRASI Kelompok kriminal bersenjata di Papua atau KKB Papua. Dukungan terhadap penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua kembali menguat.  

- Penyanderaan dan pembunuhan pilot asing, serta penyanderaan warga lokal yang dijadikan tameng hidup.

- Serangan terhadap pos TNI-Polri secara membabi buta, yang sering berakhir dengan gugurnya aparat negara.

Dalam situasi demikian, Herman Yoku mengajak semua pihak, terutama masyarakat adat, untuk berdiri bersama mendukung kehadiran negara dalam menciptakan kedamaian.

Baca juga: Pentolan KKB Papua di Puncak Jaya Dikabarkan Tewas Ditembak Mati Tim Gabungan, Ini Sosoknya

“Kami ingin hidup tenang. Kami ingin anak-anak kami bisa sekolah tanpa rasa takut. Satgas Damai Cartenz harus terus didukung agar Papua kembali damai,” tutupnya.

3 Napi Terkait KKB Papua Kabur dari Lapas

Tiga narapida (napi) yang terafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIB Nabire, Kamis (8/5/2025).

Ketiga napi yang melarikan diri itu terkait kasus percobaan pembunuhan, pembunuhan hingga kepemilikan senjata api (senpi).

Napi tersebut yakni Irimus Telenggen alias Sayur, Salam Telenggen alias Uras Telenggen, dan Yomison Murib alias Biasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga napi tersebut kabur pada pukul 00.42 WIT.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare membenarkan jika tiga napi berhasil kabur dari Lapas Kelas IIB Nabire.

Dia juga membenarkan jika ketiga narapidana itu terkait kasus percobaan pembunuhan, pembunuhan hingga kepemilikan senpi.

"Ketiga narapidana yang kabur ini adalah pelaku pembunuhan dan kepemilikan senjata api secara ilegal," kata Brigjen Pol Alfred Papare dalam keterangan, Sabtu (10/5/2025).

Mereka beraksi di wilayah Papua Pegunungan.

Sebelumnya, anggota kepolisian Satuan Reskrim Polres Nabire diserang saat hendak melakukan olah TKP terkait kaburnya tiga narapidana di Lapas Kelas IIB Nabire. 

Akibat penyerangan ini, dua anggota kepolisian dikeroyok dan dianiaya narapidana di dalam Lapas. 

Selain itu, satu anggota kepolisian mengalami luka di bagian kepala, sedangkan beberapa lainnya mengalami memar dan cedera ringan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved