Polemik di Papua

Ketua Komnas HAM Ditembaki, DPR Papua: Jangan Ciptakan Narasi Menyesatkan, Bisa Jadi Cipta Kondisi

Ketua Komnas HAM Papua Ditembaki, DPR Ingatkan Jangan Ciptakan Narasi Menyesatkan, Bisa Jadi Cipta Kondisi

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
PERINGATKAN: Anggota DPR RI Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas. Insiden penembakan terhadap Ketua Komnas HAM Papua saat ikut serta dalam operasi pencarian anggota polisi yang hilang, Iptu Tomi Samuel Marbun, menuai perhatian serius dari Yan Permenas Mandenas. Dia meminta agar tidak memunculkan narasi yang menyesatkan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Insiden penembakan terhadap Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat ikut serta dalam operasi pencarian, Iptu Tomi Samuel Marbun, menuai perhatian serius dari Anggota DPR RI Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas.

Mandenas mengingatkan aparat keamanan agar tidak membangun narasi yang menyesatkan atas insiden tersebut. 

Ia menyoroti potensi manipulasi situasi seolah-olah ada perlawanan dari kelompok bersenjata, padahal menurutnya kondisi wilayah setempat sebelumnya aman.

“Selama ini masyarakat di wilayah Moskona Barat dan Timur hidup relatif aman. Mereka tidak pernah merasa diteror. Kalau sekarang tiba-tiba ada kontak senjata setelah operasi dimulai, muncul persepsi dari masyarakat dan LSM bahwa ini bisa jadi cipta kondisi, bukan murni perlawanan dari KKB,” ujar Mandenas pada Sabtu (3/5/2025).

Penembakan terhadap Ketua Komnas HAM Papua terjadi saat ia berada di lapangan bersama tim dalam operasi pencarian Iptu Tomi Marbun yang hilang pada 18 Desember 2024 lalu. 

Mandenas menegaskan pentingnya menjaga objektivitas dan netralitas dalam operasi, termasuk terhadap keterlibatan tokoh sipil dan lembaga independen seperti Komnas HAM.

Mandenas juga menyoroti perlunya penyidikan yang obyektif, termasuk pemeriksaan saksi-saksi di tempat netral seperti Mabes Polri di Jakarta agar terhindar dari intervensi pihak-pihak tertentu di Papua Barat.

Detik-detik Mencekam KKB Papua Tembaki Rombongan Ketua Komnas HAM

Rombongan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Papua ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata  di Papua atau KKB Papua, Minggu (27/4/2025).

Baca juga: Pencarian Iptu Tomi S Marbun Hilang saat Kejar KKB Papua Ditutup, Kapolda Bicara Dedikasi-Loyalitas

Baca juga: Profil Irjen Jhonny Isir,Eks Ajudan Jokowi Kini Kapolda Papua Barat Tutup Pencarian Iptu Tomi Marbun

Adapun momen mencekam itu saat Frits Ramandey selaku Ketua mengugkapkan mereka tengah melakukan pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun.

Mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Desember 2024  saat mengejar KKB di Papua Barat.

Tim gabungan dalam Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 melakukan penyisiran area pencarian yang terbagi dalam tiga zona: Merah, Kuning, dan Hijau. 

Frits Ramandey mengatakan, Komnas HAM Papua diundang untuk terlibat dalam proses upaya pencarian dan rekonstruksi hilangnya Iptu Tomi Samuel Marbun.

"Proses ini sudah dilakukan seminggu, dan jaraknya sangat jauh di lokasi kejadian, namanya sungai Rawara, kami sudah berada di sana empat hari," kata Frits dikutip dari kanal YouTube Kompas Tv, Senin (28/4/2025).

"Karena ini Minggu kami siap-siap untuk ibadah, saya diminta untuk pimpin ibadah. Jam 06.00 WIT, saya turun ke sungai, ada empat anggota mengawal saya untuk MCK," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved