Polemik di Papua
PGRI Flores Timur Anugerahi Guru Rosalia Gelar Pahlawan Pendidikan, Gugur di Tangan KKB Papua
PGRI Flores Timur Anugerahi guru Rosalia Rerek Sogen pahlawan pendidikan. Dia korban kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - PGRI Flores Timur Anugerahi guru Rosalia Rerek Sogen sebagai pahlawan pendidikan. Dia merupakan korban kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua.
Selain penganugerahan itu, keluarga korban juga diberikan santunan uang tunai Rp10 juta.
Rosalia menjadi korban aksi keji kelompok separatis tersebut di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan beberapa waktu lalu.
Sosok wanita kelahiran 26 Januari 1995 itu merupakan seorang guru yang cerdas.
Wanita yang tutup usia di umur 30 tahun akibat kekejaman KKB Papua itu telah dimakamkan kampung halamannya, Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/3/2025).
Kejadian tersebut meninggakan duka yang mendalam bagi keluarga, termasuk keluarga besar PGRI Flores Timur.
Rosalia yang mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa di pedalaman Papua justru dihabisi KKB Papua.
Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa almarhumah, PGRI Flores Timur hadir di rumah duka dan menyatakan rasa duka cita.
Baca juga: Lahir di Tapsel Sumut Tugas Satgas Rajawali di Papua, Prada Fuad Siregar Gugur Ditembak KKB
Baca juga: 1 Prajurit TNI Gugur Lagi, KKB Papua Akui Jadi Penembak Prada Fuad Siregar: Pakai Sniper
PGRI Flores Timur juga memberikan dana santunan dari Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI.
Ketua Ketua PGRI Flores Timur, Egidius Demon Lema mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan kado istimewa bagi almarhumah.
Mereka ingin mengabadikan perjuangannya dengan menganugerahkan gelar "Pahlawan Pendidikan" versi PGRI Flores Timur.
"Kami hanya ingin mengarsipkan kisah perjuanganmu. Kami ingin namamu terus dikenang oleh generasi-generasi berikutnya. Piagam sederhana ini mungkin tidak sebanding dengan pengorbananmu, tetapi kami berharap ini menjadi bukti bahwa kami tidak akan melupakanmu," ujar Egidius, Minggu, 30 Maret 2025.
Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flores Timur yang saat sedang berada di Flores Timur karena sedang mengikuti rangkaian Studi Magister di Universitas Negeri Sebelasa Maret, juga selalu aktif mengikuti rangkaian duka dan penghormatan kepada Rosalia.
Bagi Maksimus, Rosalia adalah sosok guru yang tak kenal lelah dalam mengabdikan dirinya untuk pendidikan, meskipun di tempat yang jauh dan penuh risiko.
Keberaniannya dalam mendidik anak-anak di Papua Pegunungan hingga mati di tangan KKB, patut menjadi teladan bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.