Polemik di Papua

AKP Tomi S Marbun Hampir 3 Bulan Hilang saat Gerebek KKB Papua, Keluarga Datangi Mabes Polri

Keberadaan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Papua Barat yang hilang hampir tiga bulan saat penggerebekan markas KKB Papua masih misteri.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
MASIH MISTERI: Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Papua Barat, AKP Tomi S Marbun. Keberadaannya yang hilang hampir tiga bulan saat penggerebekan markas KKB Papua masih misteri. 

TRIBUNJAMBI.COM - Keberadaan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Papua Barat yang hilang hampir tiga bulan saat penggerebekan markas KKB Papua masih misteri.

Sosok Kasat yang bernama AKP Tomi S Marbun sebelumnya dilaporkan tergelincir dan hanyut terbawa arus Sungai Rawara pada 18 Desember 2024. 

Saat itu korban bersama tim gabungan menggerebek salah satu markas KKB di wilayah tersebut.

Sehingga kasus hilangnya AKP Tomi S Marbun sejak tiga bulan lalu itu hingga kini masih menjadi misteri, khusunya bagi keluarganya.

Untuk mencari tahu perkembangan pencarian dan meminta keadilan, keluarga AKP Tomi S Marbun  menyambangi Mabes Polri.

Pihak keluarga yang mendatangi Mabes Polri pada Jumat (7/2/2025) lalu mengungkapkan adanya kejanggalan dalam upaya pencarian korban.

Mereka meminta kepastian kepada Kabareskrim Polri mengenai nasib AKP Tomi S Marbun.

Sebab pihak keluarga tidak ada kabar yang jelas dari Polres Teluk Bintuni. 

Baca juga: Dikirim dari Jawa Timur Melalui Jalur Laut, Ini Cara Eks TNI Selundupkan Senjata Api ke KKB Papua

Baca juga: Remaja Putri di Jambi Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Wajah Luka Memar, Begini Kronologinya

Advokat Monterry Marbun yang merupakan adik dari korban menyebut kejanggalan dalam kasus ini antara lain kesaksian yang berbeda-beda dari pihak terkait.

Keluarga AKP Tomi Marbun juga menilai tidak ada yang turun langsung ke lokasi kejadian hingga pencarian Tomi dihentikan.

"Dari Desember sampai detik ini, tidak ada tim yang sampai di TKP untuk melakukan pencarian," kata Monterry Marbun kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (7/3/2025). 

Ia mengakui sembilan petugas sempat lokasi kejadian, tapi hanya melakukan adat atas saran dari ketua adat di lokasi tersebut.

Ia mengatakan Polres Teluk Bintuni dan Polda Polda tak memberikan keterangan resmi tentang alasan penghentian pencarian Iptu Tomi Marbun.

"Kami sudah bertemu dengan Kabareskrim dan meminta untuk memeriksa pihak-pihak terkait. Jadi, kami menunggu perkembangan saja," ujar Monterry Marbun.

Ia berharap Kabareskrim dan jajarannya menyampaikan aduan keluarga ke Paminal atau Propam untuk memeriksa Polres Teluk Bintuni.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved