Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Profil Tokoh

Sosok Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya Periode 2025-2030

Sosok Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya periode 2025-2030. Selama kuliah, Elisa aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan

Editor: Suci Rahayu PK
TribunSorong.com/Safwan Ashari
Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya periode 2025-2030. 

TRIBUNJAMBI.COM- Sosok Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya periode 2025-2030.

Di Pilkada Papua Barat Daya, Elisa Kambu berpasangan dengan Ahmad Nausru.

Pasangan ini berhasil meraih suara terbanyak dengan total 144.598 suara dari seluruh Kabupaten/Kota di Papua Barat Daya

Lantas bagaimana Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya?

Elisa Kambu lahir pada 12 Maret 1964 di Kampung Tolak Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Ia merupakan putra dari Alm. Hendrik Kambu dan Y. Kambuaya.

Meskipun Elisa kehilangan ayahnya saat masih duduk di bangku SD, ia tetap melanjutkan pendidikannya dengan tekun hingga menempuh pendidikan tinggi.

Elisa memulai pendidikan dasarnya di SD YPK Arus dan lulus pada tahun 1981.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Ayamaru dan menyelesaikannya pada tahun 1984.

Setelah itu, Elisa menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 413 Kampung Baru, Kota Sorong, yang merupakan salah satu SMA tertua di Papua, dan lulus pada tahun 1987.

Elisa kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura.

Baca juga: Sosok Meki Nawipa, Gubernur Papua Tengah Periode 2025-2030

Baca juga: 19 Tahun Hilang Tanpa Kabar, Pekerja Migran Asal Batang Jateng Ditemukan di Hutan Malaysia

Ia mengambil jurusan Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Selama kuliah, Elisa aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara. 

Ia bahkan menjabat sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FISIP, dan Ketua Senat Mahasiswa Uncen.

Aktivitasnya dalam organisasi membuatnya terlambat lulus, dan ia baru diwisuda pada tahun 1994.

Setelah lulus, Elisa memulai kariernya sebagai tenaga pendamping Program Sarjana Pendamping Purna Waktu (SP2W) dari Bappenas.

Ia ditempatkan di Kecamatan Mindiptanah, Kabupaten Merauke (sekarang Boven Digoel) selama hampir dua tahun.

Pada tahun 1996, ia mengikuti seleksi pegawai negeri dan diterima di Merauke.

Elisa menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha pada Bagian Umum Setda Merauke.

Tak lama, ia lalu diangkat menjadi Kepala Distrik Fayit, dan kemudian Kepala Distrik Agats selama enam tahun.

Kinerjanya yang baik membawanya menjadi Kepala Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Asmat dan kemudian Sekretaris Daerah (Sekda) Asmat pada tahun 2010.

Pada tahun 2013, Elisa sempat terkena nonjob karena dinamika politik. Namun, ini tidak menyurutkan semangatnya.

Pada tahun 2015, Elisa memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai Bupati Asmat berpasangan dengan Thomas Eppe Safanpo. 

Mereka berhasil memenangkan Pilkada Asmat 2015 dengan meraih 53 persen suara.

Sebagai Bupati Asmat, Elisa fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pendidikan di wilayah yang terisolasi.

Baca juga: Viral Perang Sarung Antar Remaja di Sungai Penuh Jambi, Delapan Pelaku Diamankan

Baca juga: Resep Sambal Udang Tempoyak, Cocok untuk Menu Buka Puasa dan Sahur

Pada Pilkada Asmat 2020, Elisa kembali mencalonkan diri dan terpilih untuk periode kedua, dengan dukungan dari sembilan partai politik, termasuk PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, dan Golkar.

Suara sah yang mereka dapatkan sebesar 55 persen.

Setelah dua periode menjabat sebagai Bupati Asmat, Elisa memutuskan untuk maju sebagai Calon Gubernur Papua Barat Daya pada Pilkada 2024.

Ia berpasangan dengan Ahmad Nausraus di Pilkada Papua Barat Daya 2024.

Pasangan ini didukung oleh Partai Gerindra, PAN, dan PKB.

Elisa menjalani hidup yang senderhana.  Tak seperti politisi pada umunya, Elisa tak memiliki mobil pribadi usai mencatatkan harta kekayaannya di LHKPN. 

Ia hanya menjadi tuan tanah dengan harta kekayaan tembus Rp 18 Miliar.

A. Tanah dan bangunan Rp. 5.275.000.000

1. Tanah dan bangunan seluas 400 m2/200 m2 di Kab / Kota Merauke, hasil sendiri Rp. 350.000.000

2. Tanah dan bangunan seluas 133 m2/80 m2 di Kab / Kota Asmat, hasil sendiri Rp. 560.000.000

3. Tanah dan bangunan seluas 1250 m2/72 m2 di Kab / Kota Asmat, hasil sendiri Rp. 850.000.000

4. Tanah seluas 2500 m2 di Kab / Kota Asmat, hasil sendiri Rp. 950.000.000

5. Tanah dan bangunan seluas 900 m2/420 m2 di Kab / Kota Asmat, hasil sendiri Rp. 1.600.000.000

6. Tanah dan bangunan seluas 311 m2/120 m2 di Kab / Kota Mimika, hasil sendiri Rp. 350.000.000

7. Tanah seluas 2500 m2 di Kab / Kota Asmat, hasil sendiri Rp. 250.000.000

8. Tanah seluas 2384 m2 di Kab / Kota Merauke, hasil sendiri Rp. 90.000.000

9. Tanah seluas 2430 m2 di Kab / Kota Merauke, hasil sendiri Rp. 90.000.000

10. Tanah seluas 2381 m2 di Kab / Kota Merauke, hasil sendiri Rp. 90.000.000

11. Tanah seluas 2454 m2 di Kab / Kota Merauke, hasil sendiri Rp. 95.000.000

Baca juga: Resep Sambal Udang Tempoyak, Cocok untuk Menu Buka Puasa dan Sahur

 B. Alat transportasi dan mesin Rp.46.000.000

1. Motor, Selies Motor Elektrik Tahun 2019, hasil sendiri Rp. 15.000.000

2. Motor, Sero8 Motor Elektrik Tahun 2019, hasil sendiri Rp. 10.000.000

3. Motor, Wim Cycle Motor Elektrik Tahun 2018, hasil sendiri Rp. 9.000.000

4. Motor, Master Motor Elektrik Tahun 2022, hasil sendiri Rp. 12.000.000

C. Harta bergerak lainnya Rp134.000.000

D. Surat berharga Rp. 4.000.000.000

E. Kas dan setara kas Rp. 7.966.326.748

F. Harta lainnya Rp. 1.600.000.000

Sub total Rp. 19.021.326.748

Hutang Rp. 957.649.342

Total harta kekayaan Rp. 18.063.677.406

Elisa berkomitmen untuk membawa Papua Barat Daya menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera, dengan tetap menjaga kearifan lokal.

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Sosok Meki Nawipa, Gubernur Papua Tengah Periode 2025-2030

Baca juga: Safari Ramadan di Bungo, Gubernur Jambi Serahkan Bantuan Ke Masjid Baitussalam Dusun Lubuk Niur

Baca juga: 19 Tahun Hilang Tanpa Kabar, Pekerja Migran Asal Batang Jateng Ditemukan di Hutan Malaysia

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved