Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kecelakaan Militer di Korea Selatan, Jet Tempur Jatuhkan Bom, 29 Korban Luka

Insiden jatuhnya bom oleh jet tempur di Korea Selatan menyebabkan puluhan orang luka-luka, Kamis (6/3/2025).

Tayang:
Editor: Mareza Sutan AJ
YouTube CNN-News18
BOM JATUH - Gambar tangkapan layar dari YouTube CNN-News18 yang diambil pada Kamis (6/3/2025). Sebuah jet tempur secara tidak sengaja menjatuhkan delapan bom di distrik sipil selama latihan militer dengan tembakan langsung.  

TRIBUNJAMBI.COM - Insiden jatuhnya bom oleh jet tempur di Korea Selatan menyebabkan puluhan orang luka-luka, Kamis (6/3/2025).

Laporan teranyar, jumlah korban luka akibat insiden jatuhnya bom oleh jet tempur Korea Selatan di wilayah sipil pada meningkat menjadi 29 orang. 

Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, sebanyak 15 di antaranya adalah warga sipil, sedangkan 14 lainnya adalah tentara.

Sembilan korban yang terluka dirawat di rumah sakit, termasuk dua orang dengan cedera parah dengan luka di wajah dan bahu.

Pihak berwenang memastikan luka-luka pada korban kecelakaan militer di Korea Selatan itu tidak mengancam jiwa.

"Korban yang terluka mengalami cedera akibat ledakan, termasuk kerusakan telinga, migrain, dan kecemasan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Jeon Ha-kyu, pada Jumat (7/3/2025), dikutip Tribunnews.com dari NBC.

Peristiwa itu terjadi ketika dua jet tempur KF-16 Angkatan Udara Korea Selatan secara tidak sengaja menjatuhkan delapan bom udara di kawasan sipil.

Kementerian Pertahanan menyebutkan, bom Mk82 seberat 500 pon (225 kilogram) itu jatuh di luar area yang telah ditentukan akibat kesalahan koordinat yang dimasukkan oleh seorang pilot.  

Bom-bom tersebut seharusnya dijatuhkan dalam latihan tembak, tapi insiden ini terjadi akibat kesalahan teknis.  

Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat, di sebuah desa di Pocheon, 40 kilometer utara Seoul, lapor Yonhap dan The Korea Times.

Ledakan yang terjadi mengguncang rumah-rumah dan gedung-gedung di daerah tersebut, seperti yang terlihat dalam rekaman video yang beredar. 

Pihak berwenang telah menangguhkan latihan tembak-menembak sementara, hingga penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Meskipun demikian, militer menyatakan insiden ini tidak akan memengaruhi latihan militer gabungan besar antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dijadwalkan dimulai pada Senin (10/3/2025).

Di sisi lain, di dekat Kementerian Pertahanan di Seoul, puluhan aktivis dan warga Pocheon menggelar unjuk rasa pada Jumat, menuntut penghentian latihan militer yang dianggap mengancam kehidupan dan kedamaian warga setempat.

“Kami, warga Pocheon, mempertanyakan latihan militer ini,” kata Lee Myoung-won, seorang warga Pocheon yang turut serta dalam aksi tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved