Berita Sarolangun

Kapolres Sarolangun Digeruduk 80 Anggota Geng Motor, Polisi Penjaga di GOR Langsung Berlari

Puluhan remaja anggota geng motor mendatangi Kapolres Sarolangun, Rabu (16/2/2025).  Sontak, para polisi yang sedang berjaga pengamanan kaget

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA
GENG MOTOR - Foto ilustrasi geng motor berkendara di jalanan. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Puluhan remaja anggota geng motor mendatangi Kapolres Sarolangun, Rabu (16/2/2025). 

Kedatangan para pemuda geng motor ke GOR Sarolangun itu membuat orang-orang di sana terkejut.

Sontak, para polisi yang sedang berjaga pengamanan kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Cup di GOR Sarolangun pun ikut kaget.

Polisi yang ada di lokasi langsung berlari menghampiri gerombolan geng motor tersebut.

Setelah cukup lama berlangsung percakapan, akhirnya terungkap.

Ternyata kedatangan anak-anak geng motor itu ingin menjumpai Kapolres Sarolangun AKBP Budi Prasetya.

Kedatangan mereka untuk menyerahkan senjata dan meminta berdamai.

"Kami mau ketemu Pak Kapolres. Kami dari anak anak motor nak damai Pak," kata seorang di antara anggota geng motor.

Sambil menyerahkan berbagai jenis senjata kepada pihak kepolisian, sekira 80 remaja itu dikawal petugas Kepolisian untuk bertemu Kapolres Sarolangun.

Dalam pertemuan tersebut, terlihat para remaja itu berdiskusi dengan kapolres. 

Suasana terlihat hangat dan penuh keakraban. 

Para pemuda yang hadir itu tergabung dalam tiga kelompok. Antar alain Mysteri Kampoeng Tengah (MKT) Orang Dalam Gang (ORDAL) dan Tim Ogah Mundur (TOM).

Pada pertemuan itu, mereka langsung mendeklarasikan berkomitmen menolak kenakalan remaja dan kejahatan jalanan di Kabupaten Sarolangun.

Kapolres Sarolangun, AKBP Budi Prasetya, mengatakan kedatangan sekelompok remaja tersebut ingin menyampaikan komitmen mereka dalam deklarasi secara sukarela berinisiatif menolak kenakalan remaja dan kejahatan jalanan.

GENK MOTOR TOBAT - Anak Geng Motor Sarolangun Hendak Berdamai dengan Polisi
GENK MOTOR TOBAT - Anak Geng Motor Sarolangun Hendak Berdamai dengan Polisi (Tribunjambi.com)

Mereka akan menyerahkan senjata tajam yang selama ini digunakan untuk tawuran.

"Ini sebagai contoh positif generasi muda. Polres Sarolangun siap pembinaan komunitas motor agar lebih bermanfaat bagi masyarakat serta membawa program kepolisian dalam keselamatan berkendara dan pencegahan tindak kriminal," ujarnya. 

AKBP Budi Prasetya berharap deklarasi ini tidak hanya sekadar simbolis, tetapi juga diikuti dengan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

"Mari masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial dan membantu Kepolisian dalam menjaga ketertiban, saling megawasi, jangan biarkan anak anak kita terjebak dalam kelompok kelompok yang dapat merusak moral generasi emas," tuturnya. 

Sidang Geng Motor di Jambi

Kasus kekerasan geng motor di Kota Jambi yang terjadi beberapa waktu lalu akhirnya memasuki tahapan persidangan.

Sebelumnya, seorang remaja bernama Sulthon Manha Dinullah menjadi korban pelemparan batu oleh geng motor di sekitar SMAN 8 Kota Jambi pada Senin, (13/1/2025) lalu.

Sulthon mendapat lemparan konblok dari geng motor. Akibatnya, dia menjalani operasi dan mendapatkan luka serius di bagian kepala.

Pascakejadian, pada Senin (10/2), Hakim Pengadilan Negeri Jambi melaksanakan sidang kedua kasus ini dan memanggil sejumlah saksi.

Jaksa Penuntut Umum, Triwanto menjelaskan pada sidang kedua ini total saksi yang sudah dipanggil adalah sebanyak enam orang.

"Salah satunya AF yang juga sudah menjadi tersangka dalam kasus lain," jelasnya Senin, (10/2/2025).

Dalam sidang yang dilaksanakan tertutup tersebut Hakim mendengarkan keterangan saksi.

Meski ada empat orang pelaku yang sebelumnya ditangkap oleh pihak kepolisian. Pada sidang ini, hakim hanya menetapkan satu orang terdakwa inisial RIA. 

Dan satu orang lagi inisial RED yang saat ini masih buron.

Dari keterangan Jaksa Penuntut Umum, diketahui RIA diancam pasal 80 ayat (2) tentang kekerasan terhadap anak dengan ancaman maksimal lima tahun. 

"Dan juga undang-undang berlapis tentang senjata tajam," tambahnya. (sbi/fan)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved