Polemik di Papua
TPNPB-OPM Bantah Aske Mabel Jadi Anggota KKB Papua, Sebut Sebagai Mata-mata, Sengaja Disusupkan
Markas Pusat Komando Nasional Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB-OPM) membantah Aske Mabel merupakan anggota KKB Papua.
Pelaku pencurian empat pucuk senjata api dari pos polisi itu awalnya dikabarkan ditangkap Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz (ODC) di Kampung, Wilak Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo.
Sebelum penangkapan, aparat mendapatkan informasi dari Kepala Kampung Wilak terkait keberadaan Aske Mabel.
Usai pelarian selama delapan bulan, Aske Mabel dikabarkan berada di Kampung Wilak, Distrik Abenaho, Yalimo.
Mendapatkan informasi itu Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz bergerak menuju Kampung Wilak Distrik Abenaho.
Tim kemudian melaksanakan ambus dan melakukan koordinasi dengan kepala Kampung tentang keberadaan Aske Mabel.
Tak berselang lama, Satgas Operasi Damai Cartenz langsung melakukan penyergapan dan penangkapan.
Saat penangkapan Aske Mabel, Satgas mendapatkan satu pucuk senjata api jenis AK China 2000 P.
Personel kemudian melaksanakan interogasi terhadap Aske Mabel untuk mencari tau keberadaan satu pucuk senjata api jenis AK China 2000 P.
Aske Mabel menyampaikian senjata api jenis AK China 2000 P berada di kilo meter 118.
Aparat kemudian bergerak menuju kilo meter 118 untuk mengambil 1 senjata api tersebut.
Baca juga: Siapakah Aske Mabel, Pecatan Polisi di Papua yang Membelot ke KKB Ditangkap Setelah 8 Bulan
Wakapolda Papua, Brigjen Pol Faizal Ramadhani tiba di Bandara Udara Elelim dengan menggunakan Hely P-30003 selanjutnya menuju Yalimo.
Wakapolda kemudian bergerak kilo meter 18 Distrik Abenaho, Kampung Wilak.
Saat ini Aske Mabel sudah dievakuasi ke Jayapura untuk proses hukum selanjutnya.
Pelarian 8 Bulan Berakhir
Satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua, Aske Mabel berhasil ditangkap, Rabu (19/2/2025).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.