Polemik di Papua

Satgas Bantah TPNPB KKB Papua Soal Pengungsian di Oskop: Situasi Aman, Jangan Terprovokasi Hoaks

Satgas Operasi Damai Cartenz membantah tuduhan aparat keamanan TNI-Polri menjadikan Gereja di Distrik Oskop sebagai markas perang.

Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Satgas Operasi Damai Cartenz membantah tuduhan bahwa aparat keamanan TNI-Polri menjadikan Gereja Efesus GIDI di Distrik Oksop sebagai pos militer dan gudang logistik perang.  

Hoaks tersebut terkait situasi saat ini di Distrik Oksop yang sebelumnya disebut aman dan kondusuf.

Markas Pusat menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap XXXV Bintang Timur bahwa aparat militer Indonesia masih menguasai wilayah tersebut.

Bahkan disebutkan bahwa TNI-Polri menjadikan Gereja Efesus Gidi sebagai pos militer serta gudang logistik perang.

Pasukan TPNPB Kodap XXXV Bintang Timur menyatakan bahwa mereka saat ini berada di luar Distrik Oksop sejak Desember 2024.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa KKB Papua tidak melakukan aktivitas di sana.

"Mereka (TPNPB) saat ini berada di ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang," ujar Jenderal Goliath Tabuni, Panglima Tinggi TPNPB-OPM yang disampaikan Juru Bicara TPN-PB Sebby Sambom melalui siaran persnya, Sabtu (18/01/2025).

Baca juga: Konflik Lama di Timika Papua Kembali Mencuat, Saling Serang Pakai Busur dan Perisai, 1 Mobil Dibakar

TPNB meminta dunia Internasional tidak mempercayai pernyataan bohong yang disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz tentang situasi di Distrik Oksop yang aman dan damai.

"Pernyataan (TNI-Polri) tersebut tidak benar," kata Goliat Tabuni.

Pihak TPNPB memastikan saat ini seluruh warga sipil Distrik Oksop telah mengungsi ke hutan sejak dua bulan lalu akibat operasi militer Indonesia. 
Warga sipil mengungsi karena takut menjadi korban peluru TNI-Polri.

"Mereka takut dituduh sebagai anggota TPNPB atau KKB Papua, ditangkap, disiksa atau ditembak mati," ujarnya.

Markas Pusat KOMNAS TPNPB melampirkan bukti video pengungsian warga sipil dan pelanggaran HAM di Distrik Oksop. 

Dunia Internasional diminta untuk menyelidiki dan menindaklanjuti pelanggaran HAM tersebut.

Goliat mengatakan, TNI-POLRI telah mengambil alih permukiman warga, Gereja GIDI Jemaat Efesus dan membongkar rumah-rumah warga sipil di Distrik Oksop. 

"Ini merupakan pelanggaran HAM yang serius," tegasnya.

"Kami juga meminta agar warga sipil dapat kembali ke kampung mereka dengan aman," ujarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved