Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 17 Januari 2025 - Ketaatan yang Total

Bacaan ayat: Yohanes 2:8 (TB)  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. 

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 17 Januari 2025 - Ketaatan yang Total

Bacaan ayat: Yohanes 2:8 (TB)  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Mengapa ada aturan dalam kehidupan? Ini seringkali ditanyakan oleh anak-anak sekolah yang harus berhadapan dengan aturan rutin di sekolah: berseragam lengkap, sepatu hitam, rambut pendek bagi laki-laki, dan lain-lain.

Bisa jadi, orang dewasa yang masuk dalam sebuah sistempun mengalami hal yang sama. Hanya saja, bedanya: orang dewasa telah sadar dengan konsekuensinya, maka akan mematuhi aturan yang ada demi sesuatu yang lebih besar. 

Sadarkah kita, bahwa sejak manusia diciptakan, Allah hanya menghendaki satu hal dari manusia yaitu taat! Tidak lebih dan tidak kurang! Ternyata gagal. Padahal kala itu manusia belum jatuh dalam dosa.

Lebih-lebih sekarang, saat manusia telah memilih untuk tidak taat dan jatuh dalam dosa, pasti akan semakin sulit dilakukan. Bawaannya selalu ingin memberontak kepada Allah! 

Dalam terminologi hari ini, pasti perintah Yesus pada pelayan ini menjadi perintah paling horor (menakutkan) disepanjang karir sebagai pelayan.

Tega-teganya Yesus memberi perintah, "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.", padahal jelas-jelas itu air dari tempayan yang biasa untuk pembasuhan. Bisa-bisa kena damprat! 

Anehnya, para pelayan taat! Ini menjadi fakta penting. Ditengah fakta hidup bahwa taat itu sulit, mengapa para pelayan justru memilih untuk taat? 

Pertama, mereka telah mendapat mandat dari Maria, untuk melakukan apa yang diperintahkam oleh Yesus. Ini menjadi legalitas bahwa ketaatan mereka sah, sesuai dengan mandat yang diemban.

Kedua, mereka sadar akan posisinya sebagai pelayan yang harus taat kepada sang tuan. Mereka fokus pada perintah sang tuan. Apapun perintahnya, wajib untuk dilakukan, tanpa perlu tahu alasan dan tujuannya. 

Ketaatan mereka berbuah manis ketika pemimpin pesta memberikan pujian kepada mempelai laki-laki, "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Jika masih pada posisi berdosa, maka wajar jika kesulitan untuk taat. Namun hari ini kita telah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka taat itu bukanlah masalah lagi. Taat itu sebuah pilihan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved