Dualisme Pengurus Kadin Selesai, Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid Sama-sama Dapat Jabatan

Setelah sekitar 4 bulan terjadi dualisme kepengurusan, pada Kamis (16/1/2025), Kadin Indonesia mengukuhkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum

Editor: Suci Rahayu PK
Ist
Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid 

TRIBUNJAMBI.COM - Polemik kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akhirnya selesai.

Setelah sekitar 4 bulan terjadi dualisme kepengurusan, pada Kamis (16/1/2025), Kadin Indonesia mengukuhkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum periode 2024-2029. 

Selain itu, Kadin Indonesia juga mengukuhkan Arsjad Rasjid sebagai Ketua Dewan Pertimbangan periode 2024-2029.

Pengukuhan ini disahkan lewat sidang pleno pada Musyawarah Nasional (Munas) Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia yang digelar di The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta pada Kamis.

Pada pengukuhan, 35 Ketua Kadin provinsi dan puluhan ketua umum organisasi pengusaha yang ada di bawah Kadin Indonesia menyetujui jabatan yang diberikan kepada Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid.

Menurut Ketua Panitia Munas Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, dinamika yang terjadi di kepengurusan Kadin Indonesia berakhir dengan damai.

Baca juga: Jadwal Ujian-Libur di Kalender Pendidikan 2025, Panduan Atur Waktu Belajar Lebih Baik

Baca juga: Genjatan Senjata Hamas dan Israel Terancam Batal, Ada Serangan di Gaza yang Tewaskan Puluhan Orang

 "Alhamdulillah dinamika yang terjadi telah berakhir baik, damai dan sangat kondusif. Dinamika yang terjadi di Kadin telah selesai secara damai dan tuntas," ungkap Rosan di sela-sela acara.

Usai Anindya Bakrie dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menyampaikan kalimat perpisahan sebagai ketua Kadin Indonesia . Arsjad juga sekaligus meminta maaf jika ada program kerja di masa kepemimpinannya yang belum terselesaikan dengan baik. 

"Saya percaya selama 4 tahun terakhir kita sudah bekerja keras dengan hati, semangat yang sama. Hari ini dengan berakhirnya jabatan saya sebagai Ketua Umum, izinkan saya meminta maaf apabila ada program dan kegiatan yang belum sempurna," kata Arsjad. 

Ia pun mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh anggota Kadin dan pengurus yang baru.

Arsjad meyakini dengan kepengurusan yang baru Kadin Indonesia bisa menjadi mitra strategis pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. 

"Insya Allah Kadir semakin strategis, sehingga kepercayaan investor dan dunia internasional terus meningkat, dunia usaha semakin maju dan berdaya saing, sehingga target ekonomi yang disenangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Sudianto 8 persen dapat tercapai," tutur Arsjad. 

Arsjad juga sempat menyinggung soal dinamika konflik dalam kepengurusan Kadin Indonesia selama beberapa bulan terakhir. Ia mengakui situasi konflik itu tidak mudah dihadapi. 

Namun menurutnya kinerja organisasi bisa terus berjalan. 

"Dan ini semua menunjukkan resiliensi daripada pengusaha-pengusaha Indonesia yang sangat luar biasa. Saya juga terharu dengan solidaritas dan dedikasi yang telah ditunjukkan untuk mempertahankan satu Kadin yang solid," kata Arsjad.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved