Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen 16 Januari 2025 - Mengasihi yang Membenci
Bacaan ayat: Lukas 6:27 (TB) "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci k
Renungan Harian Kristen 16 Januari 2025 - Mengasihi yang Membenci
Bacaan ayat: Lukas 6:27 (TB) "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;"
Oleh Pdt Feri Nugroho
Mengasihi menjadi pengajaran benar yang tidak populer dalam kehidupan. Semua orang dipastikan setuju bahwa mengasihi itu pengajaran yang benar.
Bahkan dunia satwapun memberitahu hal yang sama. Binatang akan tahu kalau ia dikasihi atau dibenci.
Beberapa orang pecinta tanaman dapat merasakan bahwa tanaman akan tumbuh baik ketika merasakan kasih pemiliknya. Meskipun demikian, bagi kita manusia, ternyata terlalu banyak syarat yang menyertai.
Terlalu banyak pengalaman luka tanpa darah yang menumpulkan kasih. Kasih seakan sebatas dunia mimpi yang baik untuk dinikmati namun musnah ketika terbangun dari tidur.
Sudah biasa bagi orang-orang yang menyekitari Yesus mendapatkan pengajaran tentang kasih. Para Ahli Taurat dan Orang Farisi menempatkan diri di garda terdepan dalam menghafal dan memahami Hukum Taurat.
Anehnya, dalam tatanan praktis terjadi aturan yang bertolak belakang. Mengasihi sesama manusia, menjadi hukum utama yang diberlakukan. Namun dalam petunjuk pelaksanaan ada banyak syarat yang diberlakukan; misalnya harus sebangsa dan bukan untuk orang asing.
Salah satunya, Orang-orang Samaria. Meskipun orang Samaria masih masuk dalam saudara secara genetis, namun mereka telah melakukan pernikahan campur dengan bangsa lain: tidak layak untuk dikasihi!
Yesus tampil dengan pernyataan tegas, "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;"
Pengajaran ini sangat tidak populer. Bagaimana mungkin mengasihi sementara yang dihadapi adalah permusuhan dan kebencian?
Membayangkan saja rasanya jauh dari angan-angan. Atau jika boleh menyebut 'terlalu ideal' untuk dilakukan. Orang bisa berdalih, 'Siapa yang bisa melakukannya?'.
Coba hening sejenak untuk paham: Yesus sebenarnya sedang memberi obat untuk kehidupan yang dikuasai oleh dosa. Kasih yang ada pada manusia memang telah menyimpang karena dosa. Kasih yang seharusnya tanpa syarat, oleh dosa telah disimpangkan dengan berbagai-bagai aturan lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)