Selasa, 19 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Hamas dan Israel Sepakat Genjatan Senjata

Hamas dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata atas perang yang menghancurkan di Gaza.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
AP Photo/Abdel Kareem Han
Rakyat Palestina di Gaza bergembira setelah kesepakatan gencatan senjata Hamas dan Israel tercapai di Doha, Qatar, Rabu (15/1/2025) 

Perang Gaza

TRIBUNJAMBI.COM - Hamas dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata atas perang yang menghancurkan di Gaza.

Hamas mengungkapkan gencatan senjata tersebut bisa terjadi berkat keteguhan warga Palestina.

Gencatan senjata tersebut diumumkan oleh mediator pada Rabu (15/1/2025) di Doha, Qatar, Rabu (15/1/2025) waktu setempat.

Kesepakatan itu meningkatkan kemungkinan untuk mengakhiri pertempuran paling mematikan dan merusak antara kedua pihak tersebut.

Dikutip dari Associated Press, menurut mediator, kesepakatan gencatan senjata tiga tahap tersebut menjanjikan pembebasan puluhan sandera yang ditawan oleh Hamas di Gaza, dan ratusan tahanan Palestina di Israel.

Selain itu, juga memungkinkan ratusan ribu orang yang mengungsi di Gaza untuk kembali ke rumah-rumah mereka yang tersisa.

Kesepakatan tersebut juga akan mengalirkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke wilayah yang proak-poranda akibat perang selama 15 bulan.

Baca juga: Hasil Banding Vonis Ko Apex Tetap 5 Tahun 6 Bulan, BB Dikembalikan ke Perusahaan

Baca juga: Sosok Kombes Pol Manang Soebeti alias Pak Bray, Dirreskrimum Polda Jambi, Janji Berantas Berandalan

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan gencatan senjata akan efektif diberlakukan Minggu (19/1/2025).

Ia juga mengatakan, kesuksesan gencatan senjata itu tergantung sikap Israel dan Hamas atas niat baik mereka untuk memastikan kesepakatan ini tidak hancur.

Pada pernyataannya, Hamas mengatakan bahwa gencatan senjata tak lepas dari keteguhan rakyat Palestina.

“Ini adalah hasil dari ketangguhan legendaris rakyat Palestina kita yang hebat, dan perlawanan gagah berani kita di Gaza,” bunyi pernyataan tersebut.

Meski begitu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas belum selesai sepenuhnya, dan detail terakhir tengah dikerjakan.

Menurut pejabat Israel yang mengerti masalah tersebut dan meminta anonimitas, detail tersebut berpusat pada konfirmasi daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan.

Setiap kesepakatan harus disetujui oleh Kabinet Netanyahu.

Netanyahu sendiri berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden terpilih AS Donald Trump karena telah memajukan gencatan senjata.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved