Profil Tokoh
Daftar Tokoh Tionghoa Indonesia Ahli Kesehatan, dari Pakar Obat Tradisional, hingga Dokter Baik Hati
Para tokoh Tionghoa ahli kesehatan ini berkarier ada yang pakar kesehatan, pakar obat tradisional, dokter, akademisi, dll. Mereka memberi sumbangsih
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM - Banyak tokoh Tionghoa Indonesia berkontribusi terhadap bidang kesehatan sejak puluhan tahun lalu.
Para tokoh Tionghoa ahli kesehatan ini berkarier ada yang pakar kesehatan, pakar obat tradisional, dokter, akademisi, dll
Berikut ini tiga tokoh Tionghoa Indonesia ahli kesehatan terkenal.
Profesor Haji Muhammad Hembing Wijayakusuma lahir pada 10 Maret 1940 dan meninggal 8 Agustus 2011.
Hembing merupakan pakar pengobatan tradisional dan akupunktur.
Dia juga dikenal sebagai penulis buku yang produktif, terutama mengenai kesehatan.
Sudah lebih dari 70 buku, terutama di bidang kesehatan. Buku-bukunya tersebut telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Ahli kesehatan ini juga terkenal mengisi acara Hidup Sehat Cara Hembing di stasiun televisi sejak 1994-2006.
Hembing lahir di rumah kontrakan sederhana di Jalan Serdang Gang Sado, Medan, pada 16 Mei 1940.
Ia adalah anak keenam dari sebelas bersaudara dari pasangan Tjong Hong Song dan L.T. Kwan. Ia mewarisi ilmu pengobatan tradisional dari neneknya
Hembing merupakan lulusan Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture, Hongkong tahun 1970.
Ia pernah berkarier sebagai penasihat pada Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture Hongkong (1975), penasihat Konsultan pada The Journal of Tokyo Pain Control Institute Jakarta (1975), Wakil Presiden pada World Academy Society of Acupuncture Korea Selatan (1975), Staf Pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Medan (1976), Guru Besar Wongkwang University Korea Selatan (1976).
Dia juga Penasihat pada Acupuncture Association of Quebec Kanada (1977), Penasihat pada Società Italiana di Agopunctura Italia (1977), Presiden CD Dag Hammarskjod (1987), Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupuntur Indonesia (HIPTRI) (1992), Guru Besar di Dongshin University Korea Selatan (1995), Ketua Majelis Pimpinan Pusat Asosiasi Dosen Indonesia (MPP-ADI) (1999), Dewan Kurator Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta (1999), Senat Guru Besar UBK Jakarta, Pendiri Bagian Akupuntur Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, serta Ketua Umum Yayasan Cheng Ho Semarang-Jakarta.
Prof Dr Ken Kawan Soetanto alias Chen Wen Quan lahir di Surabaya pada 1951.
| Profil Ignasius Jonan, Mantan Menteri ESDM yang Mundur dari Jabatan Komisaris PT United Tractors |
|
|---|
| Sosok Muhammad Qodari, Kepala Bakom yang Umumkan Homeless Media jadi Mitra New Media Forum |
|
|---|
| Profil Budi Gunadi, Menteri Kesehatan yang ke RSUD Tanjabbar Jambi Terkait Meninggalnya Dokter Myta |
|
|---|
| Sosok Jeni Rahmadial Fitri, Eks Finalis Puteri Indonesia yang Jadi Tersangka Praktik Medis Ilegal |
|
|---|
| Profil Arifatul Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Kereta Wanita Pindah ke Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Dokter-Lo-Siaw-Ging.jpg)