Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 6 Januari 2025 - Koreksi yang Salah

Bacaan ayat: Matius 16:22 (TB)  Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sek

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 6 Januari 2025 - Koreksi yang Salah

Bacaan ayat: Matius 16:22 (TB)  Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Lucu rasanya saat mengenang masa SMP, ketika guru melakukan koreksi silang terhadap hasil ujian. Jadi setiap murid akan saling mengoreksi hasil kerja teman yang lain.

 Demi menghindari 'kong-kalikong', koreksi dilakukan secara acak. Tapi namanya murid, selalu mencari celah untuk mendapatkan keuntungan.

Masing-masing sepakat untuk memberi kode untuk saling mengganti jawaban yang salah agar menjadi benar. Mungin inilah kreativitas untuk memperoleh nilai ulangan. 

Koreksi memang biasanya untuk mencari yang salah, lalu dijadikan benar. Tapi bagaimana jika koreksinya justru salah? 

Petrus tidak mau gurunya celaka. Ia ingin memiliki guru yang baik hingga usia lanjut. Bagi Petrus, kematian adalah petaka; tidak boleh terjadi! Terlalu memilukan jika Sang Guru yang dikasihiNya, harus tewas dengan cara yang mengenaskan dan tragis! 

Dibunuh! Ach kiranya itu jauh dari realita. Memikirkannya saja sudah membuat bulu kuduk merinding.

Itu sebabnya Petrus dengan berani menarik Yesus kesamping, seakan ingin melindungi Yesus dari rasa malu jika didengar banyak orang, dan menegor Dia. Petrus hendak mengoreksi pernyataan Yesus! 

Sayangnya, koreksi Petrus justru salah. Ide baik yang dikemukakannya justru jauh dari apa yang dirancang Allah untuk karya penyelamatan. 

Bahkan Yesus balas menghardik dan berkata, "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Faktanya memang Iblis paling cerdik untuk memanfaatkan situasi.

Pikiran baik yang dibuat Petrus ternyata bermotifkan hanya pada keinginan pribadi.

Ia hanya mempertimbangkan keuntungan dan kepentingan semata, tanpa paham maksud Allah dalam karya penyelamatan. Itulah yang membuat koreksi Petrus justru salah! 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved