Senin, 13 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Khazanah Islami

Hukum Melaksanakan Puasa Rajab Satu Bulan Penuh

Di bulan Rajab, umat muslim bisa mengerjakan ibadah Puasa Rajab untuk meningkatkan ibadah.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
nu.or.id
Di bulan Rajab, umat muslim bisa mengerjakan ibadah Puasa Rajab untuk meningkatkan ibadah. 

TRIBUNJAMBI.COM- Di bulan Rajab, umat muslim bisa mengerjakan ibadah Puasa Rajab untuk meningkatkan ibadah.

Sesuai dengan kalender Hijriyah, bulan Rajab merupakan bulan ke -7 dari 12 bulan yang ada.

Pengerjaan Puasa Rajab sebenarnya bisa dikerjakan kapan saja asalkan masih ada di bulan Rajab.

Namun ada waktu-waktu tertentu yang dimana umat muslim bisa mendapatkan pahala yang berkali lipat dibandingkan dengan hari biasanya.

Harus diketahui bahwa pusa di bulan rajab tidak boleh dikerjakan setiap hari.

Dilansir laman NU Online, puasa Rajab tidak boleh dilakukan selama satu bulan penuh, melainkan beberapa hari saja.

Berdasarkan Ihyâ 'Ulumiddîn, juz 3, hal. 432, oleh Imam Al-Ghazali, sebagian sahabat Nabi SAW memakruhkan berpuasa selama satu bulan di Rajab.

Sehingga hukum puasa yang tadinya sunnah bisa menjadi makru apabila dikerjakan selama sebulan penuh.

Tentunya kaum muslimin harus membedakan Puasa Rajab dan Puasa Ramadan.

Untuk itu, menurut Imam Al-Ghazali, puasa Rajab akan lebih baik dikerjakan di hari-hari utama, seperti hari-hari putih (tanggal 13, 14, dan 15 bulan kamariah), hari Senin, Kamis, dan Jumat.

1. Dalil Puasa Rajab

Untuk mengerjakan suatu ibadah tenru harus ada dalil yang mendasari kita mengerjakannya.

Begitu juga dengan pengerjaan ibadah Puasa Rajab.

Berikut ini beberapa dalil pengerjaan Ibadah Puasa Rajab.

A. Dalil yang menjadi acuan pelaksanaan puasa Rajab adalah riwayat dari Utsman bin Hakim Al Anshari.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved