15 Tersangka di Kasus Pabrik Uang Palsu di UIN Makassar, Kepala Perpustakaan hingga ASN Terlibat

Sejumlah fakta terkait temuan pabrik uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar di  di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi Uang Palsu 

Andi diketahui berkuliah di UIN Makassar untuk mendapatkan gelar S1 dan S3 sebelum menjadi kepala perpustakaan universitas tersebut.

Mustamin menyebut pihaknya menyerahkan proses hukum terhadap Andi kepada pihak kepolisian. 

Pihak kampus juga disebutnya akan memberi sanksi tegas.

"Saya pikir polisi punya mekanisme sendiri terkait dengan itu, yang bisa saya sampaikan terkait dengan itu pasti di internal rektorat akan mengambil tindakan tegas terkait dengan si oknum. Itu yang bisa dilakukan oleh pihak kampus," kata Mustamin, dikutip Tribun Timur.

Baca juga: Banyak yang Ingin Inter Milan Terpeleset, tapi tidak Semudah Itu

Selain pejabat kampus, kasus ini juga dilaporkan melibatkan seorang ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. 

ASN berinisial TA disebut ditangkap polisi terkait pabrik uang palsu.

Pj. Sekda Provinsi Sulawesi Barat Amujib menyatakan pihaknya akan memberi sanksi tegas jika TA terbukti bersalah di pengadilan.

"Akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku jika ASN Sulbar tersebut telah terbukti di pengadilan terlibat dalam kasus pencetakan dan mengedarkan upal (uang palsu) yang saat ini ditangani kepolisian," katanya.

Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis dituntut mundur buntut penemuan pabrik uang palsu di perpustakaan kampus.

Rektor dituntut mundur oleh puluhan mahasiswa yang berdemonstrasi di rektorat Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, Senin (16/12).

Para mahasiswa menilai rektor lalai memimpin universitas sehingga terdapat pabrik uang palsu yang beroperasi di lingkungan kampus.

"Kami prihatin dan ini sebagai tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa UIN Alauddin Makassar atas berbagai permasalahan di kampus ini, terutama terkait dengan uang palsu," kata koordinator demonstrasi, Muhammad Riski.

"Informasi yang kami dapat menyebutkan bahwa barang buktinya lebih dari dua miliar rupiah dan ini diproduksi tepat di belakang gedung rektorat."

Kasus pabrik uang palsu yang ditemukan di lingkungan UIN Alauddin Makassar menyita perhatian berbagai kalangan belakangan ini. 

Selain karena beroperasi di dalam lembaga pendidikan, sindikat juga disebut memproduksi uang palsu dengan mesin canggih. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved