Berita Jambi

AJI Jambi Kecam Tindakan Oknum Pejabat Tanjung Jabung Barat Intimidasi Jurnalis 

Abdullah Usman, jurnalis Tribun Jambi, mendapatkan perbuatan tindak menyenangkan dari seorang pejabat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Editor: Rohmayana
Capture CCTV/Kolase Tribun Jambi
Aksi arogansi oknum Kepala Dinas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dikecam Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM- Abdullah Usman, jurnalis Tribun Jambi, mendapatkan perbuatan tindak menyenangkan dari seorang pejabat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Ia didorong dan diintimidasi saat berada di aula Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Jambi, Selasa (3/12/2024) siang. 

Sebelum kejadian itu, Abdullah sedang meliput dan mengambil dokumentasi foto kegiatan Bappeda Tanjung Jabung Barat yang berlangsung di aula itu, sekitar pukul 12.30 WIB. Usai mengambil gambar dan hendak keluar, tiba-tiba ia dihampiri Kepala Dinas Perdagangan Tanjung Jabung Barat, Syawaluddin Tanjung. 

Syawaluddin langsung melontarkan kata-kata bernada tinggi dan gesturnya menunjukkan kemarahan. Pejabat ini protes mengenai berita yang sebelumnya dibuat Abdullah dan ditayangkan di Tribun Jambi pada 28 November 2024.

“Dia bilang 'ngapo buat berita macam gitu? Ngapo sayo bae yang diserang banyak, OPD lain yang jugo ngucapin'," ujar Abdullah, Minggu (8/12/2024). 

Aksi pejabat ini sempat menarik perhatian orang-orang di sekitar. Namun, tidak ada yang mencoba menghentikan cekcok antar pejabat dan jurnalis ini. Sementara itu, Abdullah mencoba bertanya secara baik-baik. 

“Saya berkata 'menyerang gimana pak? Bapak sudah baca belum berita itu?'" kata Abdullah. 

Baca juga: Tribun Jambi Surati Bupati Tanjabbar, Desak Kadiskoperindag Disanksi Usai Intimidasi Wartawan Tribun

Baca juga: Kadis Dorong dan Bentak Wartawan Tribun Jambi, Bupati Tanjab Barat Belum Ada Tindakan Tegas

Syawaluddin yang tidak terima, sempat mendorong Abdullah dan nyaris melayangkan pukulan. Aksi ini terekam CCTV. 

"Dio menjolak sayo dengan gesturnya mau memukul, sesuai rekaman CCTV," kata Abdullah. 

Abdullah kemudian mengajak keluar dari ruangan itu untuk berbicara lebih lanjut. Ketika berjalan ke luar hingga mendekati pintu utama kantor Bupati Tanjab Barat, jurnalis Tribun Jambi ini terus mempertanyakan tindakan ASN tadi. Ia juga menanyakan kenapa keberatan atas pemberitaan yang dibuatnya. 

"Dia ngoceh sambil jalan. Karena banyak orang yang melihat, saya malu juga kan. Takutnya malah rusuh, makanya saya diam. Saya sudah tanya 'kenapa abang keberatan, statment abang tu kenapa nyerang sayo? Yang saya serang itu apa, apa sudah baca berita saya?'" kata Usman yang juga mengulangi perkataannya saat kejadian itu. 

Syawaluddin masih tampak keberatan. Permasalahan ini tidak selesai dan Syawaluddin meninggalkan Abdullah yang dihampiri teman sesama jurnalis. 

"Saya diam. Terus ada kawan datang bertanya. Dan dia (Syawaluddin) pergi ke parkiran. Dia keliling, terus masuk lagi ke aula," kata Abdullah. 

Ia mengatakan ASN itu sebenarnya tidak terima atas pemberitaan tentang berjejernya papan ucapan selamat kepada pasangan calon nomor urut 01 yang unggul berdasarkan quick count. Padahal, dalam berita yang ditulisnya, Abdullah tidak menyebutkan Kadis Perindag Tanjung Jabung Barat sebagai pengirim papan ucapan selamat ini. 

Abdullah hanya menuliskan dinas atau lembaga yang memberikan kata selamat itu. Jurnalis ini tidak menuliskan nama atau sosok pejabat tertentu. Papan ucapan ini berjejer di depan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat.

"Kubuat di situ dari dinas. Pantauan di lapangan terdapat papan ucapan untuk paslon 01 karena unggul suara. Ada beberapa dari dinas. Aku sebut dinas kesehatan, rumah sakit, dinas perindag, dan sebagainya, " kata Abdullah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved