Polemik di Papua

KKB Papua Akhirnya Bebaskan 15 Pekerja Puskesmas yang Disandera: Operasi Penyelamatan Darurat

Sebanyak 15 pekerja yang disandera Organisasi Papua Merdeka atau OPM disebut juga Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua akhirnya dibebaskan.

Editor: Darwin Sijabat
Tribun Papua
Sebanyak 15 pekerja yang disandera Organisasi Papua Merdeka atau OPM disebut juga Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua akhirnya dibebaskan. 

Diketahui anggaran pembangunan Puskesmas di Distrik Sinak Barat tersebut menggunakan sumber anggaran dari Danau Alokasi Khusus (DAK). 

Tagihan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah sudah masuk ke Bagian Keuangan Pemkab Puncak. 

Namun hingga saat ini, DAK tersebut dari pemerintah pusat belum melakukan transfer biaya ke kas daerah Kabupaten Puncak.

Sehingga proses pembayaran gaji para pekerja proyek, termasuk warga lokal belum bisa dilakukan lantaran belum ada transfer dari pemerintah pusat.  

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Puncak, Provinsi Papua Tengah, Nenu Tabuni mengatakan, pihaknya sudah menyurat ke Gubernur, Kemenkeu, dan Kemendagri, namun dana DAK belum transfer.

Baca juga: Kronologi 2 Anggota KKB Tewas di Papua Tengah: Kedapatan Masuk Kota, Baku Tembak dengan Aparat

Akibat keterlambatan transfer dana DAK Kabupaten Puncak semua tagihan pembangunan fisik dari anggaran DAK tidak bisa lakukan.

Atas kendala tersebut, lanjut dia, pasukan OPM mengancam Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah dan juga menahan para pekerja Puskesmas Distrik Sinak Barat.

Hingga berita ini terbit belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal kebenaran video beredar tersebut.

Dua Anggota KKB Papua Tewas

Berikut kronologi dua anggota Organisasi Papua Merdeka atau OPM disebut juga Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua tewas di Pusat Kota Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Keduanya dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan aparat TNI-Polri pada Rabu (4/12/2024) sekitar Pukul 13:25 WIT.

Baku tembak tersebut terjadi saat aparat mendapatkan infomasi tentang keberadaan kelompok separatis yang biasa bersembunyi hutan itu memasuki perkotaan.

Dilansir dari Tribun Papua, personil gabungan TNI-Polri yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan patroli siaga.

Sehingga saat itu baku tembak pun tak terelakkan antara aparat TNI-Polri dengan anggota KKB Papua tersebut.

Tim patroli yang dipimpin Letda Ckm Drg Kharis Surya Santika, menuju ke salah satu kios. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved