Renungam Kristen
Renungan Harian Kristen 4 Desember 2024 - Syair Lagu Sebagai Ekspresi Iman
Bacaan ayat: Keluaran 15:1 (TB) Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi:
Renungan Harisn Kristen 4 Desember 2024 - Syair Lagu Sebagai Ekspresi Iman
Bacaan ayat: Keluaran 15:1 (TB) Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Dalam banyak budaya, lagu atau nyanyian menjadi bahasa rasa yang sangat dalam. Apa yang tidak bisa diungkapkan dalam kata, ternyata dapat diekspresikan dalam lagu.
Para penyuka konser pasti tahu ungkapan ini.
Mereka bisa menikmati lagu sambil bergoyang, berjingkrak, bahkan meneteskan air mata. Bahkan dalam beberapa kasus, ada yang pingsan ketika sebuah lagu dinyanyikan. Syairnya begitu mengena dan berbisik lirih, 'Gue banget..!'.
Fenomena ini mulai merebak juga dalam ibadah. Musik menjadi sarana untuk menggugah rasa agar jemaat dapat merasakan kasih Tuhan secara nyata.
Anehnya, pada sederet bangku jemaat dapat menghayati setiap syair lagu sebagai ungkapan iman; ternyata pada bangku lain hanya lipsing semata. Atau celingungkan kesana kemari.
Semakin ironi, ada juga yang dengan sengaja selfie dengan latar kekhusukkan temannya dalam beribadah, sementara ia sendiri sibuk memperbaharui status media sosial. Hebat bukan!?
Umat Tuhan mengalami pengalaman dahsyat ketika mereka dapat menyeberangi Laut Teberau.
Sebuah kenyataan yang rasanya mustahil terjadi, namun itulah kenyataannya: air laut terbelah dan mereka dapat menyeberang. Hebatnya lagi, tepat setelah mereka tiba di seberang, air laut kembali seperti semula.
Akibatnya, menenggelamkan seluruh pasukan Mesir dengan perlengkapan perangnya. Hari berikutnya, mereka menyaksikan kengerian yang dahsyat. Pasukan Mesir bergelimpangan dipantai dan sudah tidak bernyawa.
Situasi inilah yang membuat umat Tuhan bernyanyi, dengan lagu melantunkan pujian akan kebesaran Tuhan.
Dalam syair yang dibuat, mereka mengakui bahwa TUHAN itu dahsyat; Ia yang melakukan keajaiban dengan memporak-porandakan pasukan Mesir dengan kereta perangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)