Polisi Tembak Polisi

Polisi Tembak Polisi Terjadi Lagi, di Sumbar Kabag Ops ke Kasat Reskrim, IPW Duga Jadi Beking

Kasus polisi tembak polisi kembali terjadi di Indonesia, kali ini terjadi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat.

Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso melakukan sesi wawancara khusus di Studio Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (10/).Kasus polisi tembak polisi kembali terjadi di Indonesia, kali ini terjadi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus polisi tembak polisi kembali terjadi di Indonesia, kali ini terjadi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat.

Oknum polisi yang terlibat dalam kasus tersebut yakni Kabag Ops AKP Dadang Iskandar dan Kasat Reskrim, AKP Ulil Ryanto Anshari.

Apa yang melatarbelakangi kasus tersebut terjadi?

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyampaikan pandangannya.

Teguh menduga pelaku melindungi tambang liar galian C. Ia meminta agar Polda Sumbar bertindak tegas terhadap kasus ini.

"AKP Dadang Iskandar harus dicopot dan diproses pidana. Ini perlu diselesaikan secara lugas dan tegas," ujar Sugeng dilansir Tribunnews.com, Jumat (22/11/2024).

Hal itu menurutnya yang menjadi latar belakang AKP Dadang Iskandar menembak mati Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ulil Ryanto Anshari.

Baca juga: Profil 5 Pimpinan KPK Periode 2024-2029, Jenderal Polisi Jadi Ketua

Baca juga: Polisi Tangkap Pria di Jambi Nekat Curi Motor Pakai Kunci T, Sudah Beraksi 3 Kali

Sugeng menyebut peristiwa tembak sesama polisi tidak pertama terjadi dan banyak motif yang melatarbelakanginya.

Dia menuturkan diduga oknum tidak senang dengan tindakan kasat Reskrim Solok Selatan yang melakukn penegakan hukum di galian C.

“Apa urusannya Kabag Ops AKP Dadang Iskandar datang ke Mako Polres yaang saat itu sedang proses. Dugaan saya ada ketidaksenangan terhadap Kasat Reskrim dan tim serta Tipidter sedang melakukan penegakkan hukum terhadap tambang liar,” ujarnya.

IPW meminta insiden tembak-menembak harus dilakukan mitigasi hingga dimetahui siapa sebenarnya AKP Dadang Iskandar.

”Apakah dia terlibat dalam perlindungan terkait tambang ilegal jadi harus didalami motif penembakan ini sesungguhnya apa,” katanya.

Dalam kasus ini, IPW menilai ada dikotomi dua pihak yang berhadapan pihak Kasat Reskrim ingin menegakkan hukum sedangkan Kabag Opsnya diduga ingin melindungi praktek tambang ilegal. 

Baca juga: Pistol HS Buatan Kroasia, Senjata yang Digunakan Kabag Ops dalam Penembakan AKP Ulil hingga Tewas

Oleh karena itu harus ditindak dan didalami serta hukumnya menjadi lebih berat buat Kabag Ops bila memang benar dia melindungi. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved