Berita Jambi
YLKI Jambi Soroti Polemik Penyaluran Gas Subsidi di RT 12, Minta Penyelesaian Tanpa Ranah Hukum
Ketua YLKI Jambi, Ibnu Khaldun, menyoroti permasalahan dalam penyaluran gas elpiji di Kota Jambi yang berpotensi menimbulkan dampak besar bagi warga.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rohmayana
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi, Ibnu Khaldun, menyoroti permasalahan dalam penyaluran gas elpiji di Kota Jambi yang berpotensi menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
Apa lagi permasalahan yang terjadi di RT 12 Kenali Asam Bawah, Kota Jambi sudah sampai dilakukan dengar pendapat oleh DPRD Kota Jambi.
Ibnu menyampaikan harapannya agar pihak terkait segera menyelesaikan masalah ini agar tidak terus berlarut dan menghindari konflik yang lebih serius.
Menurut Ibnu, kendala dalam distribusi gas elpiji sering kali dianggap sebagai persoalan kecil. Namun, dampak yang dirasakan masyarakat sangat signifikan, terutama bagi mereka yang bergantung pada gas elpiji sebagai kebutuhan pokok sehari-hari.
"Ini mungkin terlihat sebagai persoalan kecil, tapi dampaknya besar bagi masyarakat luas. Dengan adanya pertemuan ini, kami berharap masalah ini bisa segera selesai sehingga tidak ada persoalan ini kembali muncul di kemudian hari," ujar Ibnu Khaldun saat pertemuan Warga Rt 12 Kenali Asam Bawah dengan anggota DPRD Kota Jambi di gedung DPRD Selasa (12/11/2024).
Ia juga mengingatkan agar penyelesaian masalah dilakukan secara cepat dan tepat agar tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
“Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan secara tuntas dan damai tanpa harus melalui pengadilan atau ranah hukum lainnya. Penyelesaian cepat akan membantu mencegah kerugian lebih lanjut bagi masyarakat,” tambah Ibnu.
Baca juga: Warga Kenali Asam Jambi Minta Pangkalan Gas Ditutup, Protes Gas 3 Kilogram Subsidi Dijual ke Warung
YLKI Jambi berharap bahwa dengan sinergi antara pemerintah, agen, dan lembaga terkait, persoalan distribusi gas elpiji di Kota Jambi dapat diatasi secepatnya. Harapan ini juga disampaikan agar masyarakat tetap mendapatkan akses mudah dan stabil terhadap gas elpiji, yang sangat penting bagi kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil.
Sebelumnya, Puluhan warga Rt 12 Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD Kota Jambi.
Mereka mengadukan persoalan susahnya mendapatkan gas 3kg di pangkan kendati mereka sudah terdaftar.
Ipul satu diantara warga mengatakan pangkan mempersulit warga untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram dengan memberikan waktu pengambilan hanya 1.5 Jam saja dan tidak boleh di wakilkan.
Kemarahan Ipul dan warga memuncak ketika mereka mengetahui gas jatah mereka malah di jual ke warung-warung.
"Jadi kami di persulit untuk mengambil dan ternyata gas kami malah di jual ke warung," pungkasnya.(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
Satresnarkoba Polresta Jambi Tangkap WN, Amankan 7 Paket Sabu dari Kotak Rokok hingga Lipatan Baju |
![]() |
---|
Terminal Rawasari Jambi Kini Hidup Kembali, Jadi Pusat Festival dan Kegiatan Warga |
![]() |
---|
Bandel PKL di Jalan Orang Kayo Pingai Jambi Nekat Berjualan Meski Sudah Ditertibkan |
![]() |
---|
Trans Bahagia Jadi Sarana Edukasi Anak TK di Kota Jambi |
![]() |
---|
Gubernur Jambi Terima BAZNAS Awards 2025, Komitmen Tingkatkan Pengelolaan Zakat Daerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.