Awal Mula Kasus Ronald Tannur yang Seret 3 Hakim PN Surabaya dan Makelar Kasus yang Eks Pejabat MA
Awal perjalanan kasus Ronald Tannur yang belakangan menyeret 3 hakim PN Surabaya dan mantan penjabat MA terkait gratifikasi dan makelar kasus.
TRIBUNJAMBI.COM - Awal perjalanan kasus Ronald Tannur yang belakangan menyeret 3 hakim PN Surabaya dan mantan penjabat MA terkait gratifikasi dan makelar kasus.
Ronald Tannur (32) adalah anak politikus asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Edward Tannur.
Kasus ini berawal saat Ronald Tannur menganiaya kekasihnya, Dini Sera Afrianti, pada Rabu (4/10/2023).
Dini adalah ibu tunggal asal Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, yang bekerja di Surabaya selama 12 tahun.
Penganiayaan dilakukan usai mereka karoake di salah satu kelab malam di Surabaya.
Video Dini terkapar di basement dalam kondisi tak sadarkan diri pun sempat beredar di emdia sosial.
Insiden ini menyebabkan Dini Sera Afrianti meninggal dunia.
Ronald Tannur sempat membuat laporan palsu atas kematian korban dengan maksud menghindari jerat hukum.
Ia mendatangi Polsek Lakarsantri Surabaya usai dokter National Hospital menyatakan bahwa Dini tewas.
Baca juga: 3 Fakta Perceraian Ari Lasso dengan Vitta Dessy, Berakhir Saat Silver Anniversary
Baca juga: Kejagung Temukan Miliaran di Rumah 3 Hakim PN Surabaya yang Ditangkap Suap Vonis Bebas Ronald Tannur
Baca juga: Bek Sayap Inter Milan Carlos Augusto Bakal Absen Dua Minggu karena Cedera
Kepada polisi, Ronald bilang bahwa ada perempuan meninggal di Apartemen Surabaya Barat, setelah asam lambung kambuh.
Namun pihak kepolisian curiga sehingga kasus ini diambilalih Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Di situlah kejanggalan mulai terungkap. Pada Rabu, 4 Oktober 2023 sekira pukul 23.00 WIB, jenazah Dini diotopsi di RSUD dr Soetomo.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce saat itu menetapkan Ronald Tannur sebagai tersangka.
"Korban dan tersangka GRT, mereka berdua menjalin hubungan sejak bulan Mei 2023, kurang lebih lima bulan," paparnya, Jumat (6/10/2023).
Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan sejumlah luka di tubuh korban, baik pada tubuh luar maupun dalam.
Pemilihan Bujang Upik Sarolangun 2024 Selesai, Kadisdik Minta Bisa Mempromosikan Potensi Daerah |
![]() |
---|
Pjs Gubernur Jambi Sudirman Menghadiri Kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-19 |
![]() |
---|
Jelang Debat Perdana Pilgub Jambi Besok, Begini Persiapan Romi Hariyanto dan Al Haris |
![]() |
---|
Ini 6 Menteri Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Polri dan TNI di Kabinet Merah Putih |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.