Berita Viral

Ketar-ketir Mendes Yandri Usai di WA Mayor Teddy, Bersumpah Tak Gunakan Uang di Haul Ibu

Yandri menegaskan jika ia tidak menggunakan uang kementerian untuk acara tersebut, meskipun undangan menggunakan kop kementerian.

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
Ketar-ketir Mendes Yandri Usai di WA Mayor Teddy, Bersumpah Tak Gunakan Uang di Haul Ibu 

TRIBUNJAMBI.COM - Usai terima pesan WhatsApp dari Mayor Teddy di Group Menteri, Yandri Susanto selaku Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) akhirnya buka suara.

Ya, Yandri Susanto jadi sorotan usai gelar acara pribadi yang menggunakan kop surat kementrian resmi, sehari usai pelantikannya.

Gegara ulahnya hingga viral di sosial media, Mayor Teddy selaku Sekretaris Kabinet mengirimkan pesan WhatsApp di grup para Menteri untuk berhati-hati dan tetap menjaga kepercayaan publik.

Diketahui acara pribadi yang digelar Yandri Susanto merupakan haul kedua almarhumah ibunya, Hj Biasmawati, dan undangannya mencakup perayaan Hari Santri serta Tasyakuran.

Kontroversi ini muncul dan viral usai eks Menko Pulhukam Mahfud MD menyebarkan informasi itu ke publi.

Mahfud MD menilai tindakan Yandri sebagai pelanggaran etika birokrasi.

Menanggapi masalah ini Yandri menegaskan jika ia tidak menggunakan uang kementerian untuk acara tersebut, meskipun undangan menggunakan kop kementerian.

Baca juga: Kesalahan Fatal Mendes Yandri Bikin Mayor Teddy Kirim Pesan Serius di Grup WA Menteri: Hati-hati

Baca juga: Isi Chat WA Aurel Dibongkar Ria Ricis Kala Isu Nikah Siri dengan Atta Halilintar Memanas: Jadi Saksi

"Tapi intinya dari acara itu tidak satu sen pun uang Kemendes yang saya gunakan, demi Allah, demi Rasul, enggak ada," ujar Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2024).

Yandri menjelaskan, acara haul ibunya telah digelar setiap tahun selama 15 tahun terakhir dan selalu ramai yang datang.

Ia menggabungkan acara tersebut dengan peringatan haul ibunya yang meninggal dua tahun lalu, karena kebetulan hari meninggalnya jatuh pada tanggal yang sama.

"Bukan hanya dari Serang tapi dari Cilegon, dari Kota Serang, dari Tanggerang, dari Pandeglang, Jakarta termasuk unsur-unsur yang datang juga banyak. Ada pihak akademisi, ada pejabat negara, ada alim ulama, para kiai, masyarakat biasa," ungkapnya.

"Memang salah satu yang kami undang itu sebagian kecil kepala desa lebih kurang 30 atau 25 kepala desa, tidak semuanya, ya. Karena punya ikatan emosional sama keluarga kami," kata dia.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengakui bahwa penggunaan kop surat kementerian untuk acara pribadi adalah kesalahan administrasi.

Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya, undangan hanya disebar melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

"Saya baru belajar menjadi menteri setelah dilantik dua hari lalu, setelah tiga periode menjadi anggota dewan," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved