Polemik di Papua

Satgas Tangkap 3 Anggota KKB Papua di Yahukimo: Rampas Uang Kepala Kampung untuk Beli Senpi

Tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024.

Editor: Darwin Sijabat
Ist
ILUSTRASI - Tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024. 

KKB Papua.

TRIBUNJAMBI.COM - Tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024.

Ketiganya ditangkap di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Sabtu (19/10/2024) sekitar pukul 16.55 WIT.

Penangkapan tersebut terjadi saat ketiganya hendak melakukan perampasan uang milik kepala kampung.

Nantinya uang tersebut akan digunakan membeli senjata api dan amunisi.

Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol Faizal Ramadhani membenarkan penangkapan tersebut.

“KKB Enes Dapla dan dua rekannya ditangkap saat melintasi perempatan jalan menuju Jalan Gunung, Yahukimo, menggunakan motor Beat hitam,” ujar Faizal dalam keterangan resmi, Minggu (20/10/2024). 

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Bayu Suseno, menjelaskan bahwa saat penangkapan, para pelaku sedang dalam proses merampas uang dari Kepala Kampung.

Uang tersebut diduga akan digunakan untuk pembelian senjata. 

Baca juga: Panglima KKB West Papua Army Ditangkap, Satgas Damai Cartenz-2024 Temukan Ratusan Amunisi

Baca juga: 16 Kabupaten di 2 Provinsi di Papua Rawan Keamanan Pilkada, Termasuk dari Gangguan KKB

“Kami menemukan uang rampasan serta surat edaran yang berisi instruksi penggalangan dana untuk mendukung Papua Merdeka dan pembelian senjata serta amunisi,” kata Bayu. 

Surat edaran tersebut diketahui ditandatangani oleh Elkius Kobak, pimpinan KKB Kodap XVI Yahukimo
"Saat ini, penyelidikan lebih lanjut terhadap Enes Dapla dan dua rekannya tengah berlangsung di Posko Satgas Ops Damai Cartenz-2024 di wilayah Yahukimo," tegas dia.

Diamankan saat Mata-matai Pos TNI

Sebelumnya, prajurit TNI menangkap satu orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang disebut KKB Papua di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Pria bernama Alex Sondegau itu diamankan di sekitar Pos Kodim Persiapan Yonif 509/BY di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Rabu (9/10/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dia diamankan prajurit karena dianggap sedang memata-matai pergerakan anggota karena mengendap-endap di lokasi tersebut.

Setelah pemeriksaan, pria kelahiran Intan Jaya pada 29 September 1993 itu merupakan bagian dari KKB Papua kelompok Zacky Sondegau.

Hingga berita ini diterbitkan, dia masih dalam pemeriksaan secara intensif oleh TNI.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM, Sebby Sambom mengungkapkan sosok yang diamankan tersebut.

Baca juga: Presiden Jokowi Anugerahkan Tanda Kehormatan ke 7 Satker Polri, Turut Berperan Penanganan KKB Papua

Dia mengklaimb bahwa Alex Sondegau bukan anggota TPNPB.

Bahkan dia menyebutkan bahwa Alex meruoakan warga sipil yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ.

Untuk itu, Sebby mendesak Presiden Indonesia dan Panglima TNI segera membebaskan Alex Sondegau tanpa syarat.

Dia juga meminta mengecek kinerja TNI di Papua karena telah melakukan penangkapan sewenang-wenang.

"Alex Sondegau yang bestatus warga sipil yang belum selesaikan kuliahnya di Kota Semarang karena gangguan kejiwaan maka ia di pulangkan oleh para mahasiswa dan keluarga dan menetap di Intan Jaya," kata Sebby secara tertulis kepada Tribun-Papua.com, Kamis (10/10.2024).

Teror Tembakan ke Pos Aparat


Sebelumnya, Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Kali ini, diduga Anggota OPM Pimpinan Lekagk Telenggen melakukan aksi teror tembakan terhadap Pos Keamanan Apkam, dan empat kali tembakan ke arah Mako Koramil dan Mapolsek di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Selasa (8/10/2024) petang.

Tak hanya itu melakukan aksi koboy mengganggu aparat, gerombolan pengacau itu juga membakar sebuah bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Menurut laporan yang diterima, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.38 WIT, dengan aksi pembakaran berlangsung pada pukul 19.25 WIT.

Baca juga: Viral Video Brimob Diserang KKB Papua saat Patroli, Terjadi Aksi Saling Tembak

Diketahui, aksi ini dipicu kekecewaan kelompok OPM terhadap pihak tim sukses terkait pembayaran denda, usai terjadinya keributan selama tahapan Pilkada.

Dari informasi yang diperoleh Tribun-Papua, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki dan berkoordinasi dengan aparat keamanan laainnya untuk memastikan keselamatan warga.

Polisi bahkan mengutuk tindakan keji yang dilakukan OPM tersebut.

Pasalnya, dampak dari aksi ini tak hanya menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat, tapi juga menghancurkan sarana pendidikan yang vital bagi generasi muda.

Pihak kepolisian pun menyerukan masyarakat, untuk tetap tenang. 

Masyarakat juga diimbau untuk memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di wilayah mereka.

Aksi ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut, yang sering kali melibatkan kelompok OPM.

Sebab itu, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah tegas, untuk mengatasi situasi ini dan mencegah insiden ini terulang kembali.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Striker Pinjaman AC Milan Tammy Abraham Alami Cedera Aneh Saat Mengalahkan Udinese

Baca juga: Pria di Jambi Tipu Teman Sendiri dalam Kasus Jual Beli Mobil, Kerugian Capai Rp 50 Juta

Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Jambi Berharap Prabowo-Gibran Bawa Angin Segar untuk Jambi

Baca juga: Mengapa Selvi Ananda Selalu Pakai Kebaya Merah Saat Pelantikan? Pesan Apa yang Ingin Disampaikan

Artikel ini diolah dari Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved