Calon Menteri Prabowo Gibran

Siapa Meutya Hafid, Perempuan yang Datang ke Rumah Prabowo Dulu Pernah Disandera di Irak

Pada 18 Februari 2005, Meutya Hafidd an juru kamera Budiyanto diculik dan disandera oleh sekelompok bersenjata ketika sedang bertugas di Irak.

Editor: Content Writer
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Prabowo Subianto dan Meutia Hafid. 

Meutya Hafid, sebelumnya bekerja sebagai jurnalis di Metro TV. Dia juga pembawa acara di beberapa acara televisi.

Tragedi Penyanderaan 

Pada 18 Februari 2005, Meutya dan rekannya juru kamera Budiyanto diculik dan disandera oleh sekelompok bersenjata ketika sedang bertugas di Irak. 

Kontak terakhir Metro TV dengan Meutya adalah pada 15 Februari, tiga hari sebelumnya. 

Mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Sebelum ke Irak, Meutya juga pernah meliput tragedi tsunami di Aceh.

Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri, yaitu 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak. 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun turut menyumbangkan tulisan untuk bagian pengantar dari buku ini. 

Selain presiden, beberapa tokoh lainnya pun menyumbangkan tulisannya yakni Don Bosco Selamun (Pemimpin Redaksi Metro TV 2004-2005) dan Marty Natalegawa (Mantan Juru Bicara Departemen Luar Negeri).

Riwayat Pendidikan Meutya Hafid

SD Negeri Menteng 02 (1984–1990)

SMP Negeri 1 Jakarta (1990–1993)

Crescent Girl's School (1994–1997)

S-1 Universitas New South Wales (1997–2001)

S-2 Universitas Indonesia (2015–2018)

Organisasi

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved