Berita Kerinci
Tiga Kecamatan Rawan Longsor, BPBD Kerinci Petakan Daerah Rawan Bencana Alam
Tiga kecamatan di Kabupaten Kerinci berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Penulis: Herupitra | Editor: Darwin Sijabat
Longsor dan banjir.
KERINCI, TRIBUN - Tiga kecamatan di Kabupaten Kerinci berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Ketiga kecamatan itu dikhawatirkan terjadi pada musim penghujan dengan intensitas cukup tinggi pada awal Oktober 2024 ini.
Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci melakukan pemetaan dalam antisipasi terjadinya dampak dari hujan tersebut. Mereka memetakan titik rawan terjadinya bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kerinci, Dedi Hendrizal mengatakan titik rawan yang sudah dipetakan itu telah diberikan papan peringatan.
Selain itu pihaknya juga mensiagakan alat berat. "Kita melakukan pemetaan daerah rawan bencana dalam upaya mewaspadai tingginya potensi bencana alam hidrometeorologi di masa peralihan musim ini,” ujar Dedi
Dengan wilayah yang dikelilingi perbukitan dan pegunungan, Kabupaten Kerinci kata dia sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
"Terdapat beberapa wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam di saat peralihahan musim,” ungkapnya.
Wilayah tersebut meliputi, kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Siulak Mukai hingga Kecamatan Depati Tujuh yakni daerah yang berada berdekatan dengan bantaran sungai Batang Merao, maupun daerah di dekat perbukitan yang rawan terjadinya pergerakan tanah.
Baca juga: Jalan Strategis Provinsi Jambi di Kecamatan Merlung Longsor, Pjs Bupati Cari Solusi
Baca juga: Memasuki Musim Penghujan, Beberapa Kecamatan di Sarolangun Potensi Rawan Bencana Alam
“Kita ia sudah memasang papan peringatan dan menyiagakan alat berat dulakokasi rawan bencana untuk mengantisipasi dampak bencana selama peralihan musim ini,” pungkasnya.
Dampak dari hujan deras tersebut terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tepatnya di Desa Kuala Dasar Tungkal Ulu dan Desa Adi Purwa Merlung.
Di Desa Adi Purwa terjadi lonsor di jalan strategis Provinsi Jambi. Warga setempat meminta pemerintah segera melakukan perbaikan.
Musim penghujan itu mengakibatkan abrasi terjadi di Desa Kuala Dasal. Pemerintah setempat berjanji segera melakukan perbaikan.
Nyaris Merobohkan Intake
INTENSITAS hujan yang cukup tinggi belakangan ini mulai memberikan dampak longsor di tepi Sungai Batanghari, Jumat (4/10).
Lokasi tepatnya di Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20241007-Jalan-hancur-karena-abrasi-di-Kuala-Dasal-Tanjung-Jabung-Barat.jpg)