Advertorial

SKK Migas PetroChina Jabung Ltd Gelar Pelatihan dan Sosialiasi Pengenalan Desa Tanggap Bencana

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Pelaksana BPBD, Helmi Agustinus, CSR & Comdev Supervisor PetroChina, M. Yuda Ramdani, dan Kepa

|
Editor: Tommy Kurniawan
Ist
SKK Migas PetroChina Jabung Ltd Gelar Pelatihan dan Sosialiasi Pengenalan Desa Tanggap Bencana 

TRIBUNJAMBI.COM - Desa Suka Maju, yang terletak di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, melangkah maju dalam upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Pada Rabu, 18 September 2024, SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd bekerja sama dengan BPBD Tanjungjabung Timur menggelar sosialisasi yang menjadi langkah awal untuk program penting ini.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Pelaksana BPBD, Helmi Agustinus, CSR & Comdev Supervisor PetroChina, M. Yuda Ramdani, dan Kepala Desa Suka Maju, Didik Budi Cahyanto.

M. Yuda Ramdani dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana.

Ia mengungkapkan, program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang sudah berlangsung sejak 2019, yang sebelumnya telah berhasil membentuk enam desa Destana.

"Desa Suka Maju adalah yang ketujuh tahun ini. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkuat relawan yang ada dan memberikan pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan mereka," ujarnya.

Helmi Agustinus juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PetroChina atas dukungan berkelanjutan dalam program ini. Ia menjelaskan bahwa pembentukan Destana sejalan dengan visi misi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

"Target kami adalah 20 desa, tetapi saat ini sudah lebih dari 35 desa yang terbentuk. Ini merupakan pencapaian luar biasa," ungkapnya.

Kepala Desa Suka Maju, Didik Budi Cahyanto, berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, tetapi juga memperkuat jaringan relawan yang siap siaga.

Didik menjelaskan bahwa relawan ini akan dilatih mengenai pencegahan dan penanggulangan bencana, serta cara berkomunikasi yang efektif dalam situasi darurat.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat siap melapor dan bertindak saat bencana terjadi," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini, pelatihan intensif selama empat hari akan dilaksanakan bagi relawan Destana.

Pelatihan ini akan mencakup teknik penggunaan peralatan penyelamatan, strategi pemadaman kebakaran, dan cara mengantisipasi banjir, terutama mengingat wilayah tersebut rentan terhadap kedua jenis bencana tersebut.

Yuda Ramdani menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali relawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk respons cepat dan efektif.

Helmi juga menginformasikan bahwa dukungan dari BNPB akan diberikan untuk memperkuat langkah awal dalam penanganan bencana di Desa Suka Maju.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved