Pilwako Jambi
Ternyata Ini Alasan Kuat Mantan Wali Kota Syarif Fasha Dukung H Rahman di Pilwako Jambi
Mantan Wali Kota Jambi dua periode, H Syarif Fasha mendukung calon Wali Kota Jambi H Abdul Rahman di Pilwako Jambi 2024.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan Wali Kota Jambi dua periode, H Syarif Fasha mendukung calon Wali Kota Jambi H Abdul Rahman di Pilwako Jambi 2024.
Menurut anggota DPR RI ini, ia sebagai tokoh masyarakat dan mantan Wali Kota Jambi dua periode seharusnya netral di pilkada.
"Saya seharusnya selaku tokoh masyarakat dan mantan Walikota Jambi, saya tidak kemana-mana, saya berada ditengah-tengah," katanya kepada wartawan.
Namun, Fasha harus menyatakan sikap dan mendukung salah satu calon Wali Kota Jambi dalam pilwako ini.
Fasha mengingatkan calon tersebut akan melakukan 3 hal, pertama bisa merawat dan menjaga apa yang sudah dibangun selama ini.
Kedua, menyempurnakan yang belum sempurna. Dan ketiga, membangun yang belum sempat terlaksana.
"Atas dasar 3 hal ini maka saya tergerak untuk memperjuangkan salah satu calon wali kota H Abdul Rahman (HAR)," katanya.
Selain itu, keduanya sudah saling komunikasi untuk membangun Kota Jambi lebih baik lagi.
Baca juga: Braja Musti Dukung dan Menangkan Rahman-Guntur di Pilwako Jambi 2024, Ternyata Ini Alasannya
Baca juga: Serikat Pekerja Jambi Dukung Rahman-Guntur di Pilwako Jambi, Ribuan Orang Deklarasi di Talang Gulo
"Sebelum saya memberikan dukungan kepada HAR, saya sudah pahit-pahitan kepada beliau, kenapa saya tentukan pilihan kesini (HAR)," ujarnya.
Menurut Fasha, dia (HAR) tidak ingin merubah apa yang sudah dibangun dengan baik oleh dirinya.
"Saya tahu, hajat dia (HAR)-menjadi calon Wali Kota Jambi- untuk membangun Kota Jambi dan tidak ingin merubah apa yang saya perbuat selama ini," kata Ketua DPW Partai NasDem Jambi ini.
Selain itu, kata Fasha, H Abdul Rahman juga berjanji tidak mengganti unsur pemerintah di Kota Jambi dari ketua RT, lurah, camat hingga kepala dinas.
"Dia mengatakan kalau terpilih nanti tidak akan mengganggu pejabat PNS, kalau lurah tetaplah lurah, kalau camat tetaplah camat, RT tetaplah RT dan kadis tetaplah kadis. Sama seperti saya dahulu tidak ada menyentuh satu pun pejabat di pemerintahan," ujarnya.
Bahkan, pesan keras juga dikatakan Fasha kepada H Abdul Rahman. "Jangan saling ancama mengancam tidak ada dendam politik."
"Saya ingatkan seperti itu, tidak usah ada ketakutan, lurah, camat, karena sesungguhnya HAR berjiwa besar tidak ada dendam politik maupun lainnya," katanya.
Dengan segala kekurangannya dengan segala sederhananya, Fasha sangat setuju H Abdul Rahman ini orang yang dermawan karena modal utama untuk menjadi pemimpin adalah harus dermawan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.