Berita Viral
Cara Sadis 3 Emak-emak Pembunuh Bocah Wajah Dilakban di Cilegon, Gigi Rontok Saat Kepala Diduduki
Begini cerita sadis tiga emak-emak pembunuh bocah 5 tahun inisial APH dengan kondisi wajah dilakban di Cilegon.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Begini cerita sadis tiga emak-emak pembunuh bocah 5 tahun inisial APH dengan kondisi wajah dilakban di Cilegon.
Ya, tiga emak-emak tersangka pelaku pembunuhan terhadap APH bocah diculik dan dibunuh dengan kondisi wajah dilakban kini sudah ditangkap.
Para tersangka terdiri dari tiga wanita dan 2 laki-laki, yakni Rahmi, Saenah, Emi, Yayan, dan Ujang.
Lima pelaku ternyata punya peran masing-masing yang sangat sadis.
Usai ditangkap, beredar video penangkapan salah satu tersangka pembunuh APH.
Polisi yang interograsi pun tampak geram dengan tindakan sadis yang dilakukan terhadap bocah APH.
Baca juga: 9 Polisi Diperiksa Terkait Penemuan Mayat 7 Remaja di Kali Bekasi
Baca juga: Download Lagu MP3 Gratis Nella Kharisma dan Didi Kempot 2024 Full Album, Unduh di Sportify
Baca juga: Profil dan Biodata Vior, Gamers yang Mau Ditampar Nikita Mirzani karena Tertawakan Penjemputan Lolly
Dalam video terlihat pelaku menggunakan kaos biru.
Ia duduk di kursi paling belakang diduga hendak dibawa ke kantor polisi.
Di perjalanan, emak-emak tersebut diintrogasi polisi.
"Pernah punya anak gak? Pernah punya anak gak kamu?!!!!" teriak petugas polisi yang geram dengan aksi biadab pelaku.
Terduga pelaku tak menjawab apapun hanya mengangguk dan melihat ke bawah.
"Gak punya hati! Gimana kalau anak kamu yang begitu? Se*an kamu!" sambung petugas.
Ternyata tiga emak-emak itu tega menutup korban menggunakan lakban.
Tak hanya itu, ia juga menduduki wajah dan memukul bocah 5 tahun tersebut sampai giginya rontok.
"Lu pakein lakban? Apa yang lu lakban? Apa yang lu tempeleng?" kata petugas lagi.
"Giginya sampai rontok lu apain? Lu apain?" teriak petugas lagi.
Pelakunya hanya sedikit bicara dengan suara yang pelan.
Polisi tak berhenti mengintrogasi pelaku.
"Kamu dasarnya apa sih? Siapa yang nyuruh?"
"Yang nyuruh siapa, sebutin namanya, alasannya apa?" tanya polisi.
"Katanya tuh punya utang," kata pelaku.
"Berapa hutangnya," tanya polisi lagi.
"Rp 150 juta," jawabnya pelaku.
"Kamu diupah atau gimana, kok mau," tanya polisi.
"Dijanjiin sama si rahmi, dikasih Rp 50 Juta," tutur pelaku.

Motif
Disisi lain, lima Tersangka penculik dan pembunuh bocah APH asal Cilegon kini sudah ditangkap pihak kepolisian daerah Banten, Minggu (22/9/2024).
Adapun kelima tersangka terdiri dari tiga orang wanita dan dua orang laki-laki.
Tiga orang wanita ditangkap bernama Rahmi, Saenah dan Emi.
Sedangkan dua laki-laki tersebut bernama Yayan dan Ujang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pandeglang AKP Hardi Meidikson Samula menyebut satu dari lima pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap balita perempuan insial APH (4) diketahui teman dari ibu korban.
"Tersangkanya kebetulan juga dikenal sama ibu korban, masih ada hubungan pertemanan. Kalau (hubungan) keluarga tidak ada," kata Hardi kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Minggu (22/9/2024).
Hardi mengungkapkan, salah satu dari pelaku mengenal keluarga korban karena dahulu pernah bertetangga di Lingkungan Ciwaduk, Kota Cilegon.
"Dulu sempat tetangga tapi masih berhubungan sampai dengan saat sebelum kejadian (penculikan dan pembunuhan) tersebut di tanggal 17 Spetember 2024," ujar Hardi.
Hardi mengungkapkan, tim gabungan telah berhasil menangkap lima orang pelaku pada Sabtu (21/9/2024) di dua daerah di wilayah Cilegon dan Pandeglang.
Kelima tersangka memiliki perannya masing masing, ada yang membawa korban, eksekutor, dan membuang jasad korban di Lebak. Diduga motif penculikan dan pembunuhan tersebut adalah masalah utang piutang.
"Sudah mengamankan lima tersangka, Baik itu tersangka yang langsung mengeksekusi anak tersebut atau yang juga membantu sampai dengan pembuangan lokasi di lebak," ungkap Hardi.
Untuk motif, Hardi menyebut salah satunya masalah hutang piutang antara salah satu pelaku dengan ibu korban.
"Salah satunya seperti itu, terkait masalah hutang piutang," kata dia.
Hardi mengaku akan menyampaikan lebih detail dan terperenci kronologis kasus penculikan dan pembunuhan keji terhadap balita perempuan inisial APH tersebut saat rilis pada Senin (23/9/2024).
"Untuk motif dan lainnya nanti besok kita jelaskan semua lebih lengkap dan terperinci," tandas Hardi.
Sebelumnya, Seorang balita perempuan inisial APH di Cilegon, Banten, ditemukan tewas dalam kondisi wajah dilakban pada Kamis (19/9/2024).
APH ditemukan tewas di muara Pantai Cihara, Kabupaten Lebak tergeletak di antara bebatuan.
APH merupakan asal Komplek BBS RT/RW 01/04 Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.
Terkuak sebelum ditemukan tewas, APH hilang selama dua hari saat ditinggal sendirian di kamar kontrakannya pada Selasa (17/9/2024) siang.
Arif, tetangga korban mengatakan balita tersebut hilang diduga diculik dari kediamannya.
"Kejadian sekitar jam 1 siang, posisi si ibu lagi jemput suaminya untuk makan siang dan si anak berada di dalam rumah," ujarnya saat ditemui di rumah korban, Kamis (19/9/2024).
Arif menyebut saat itu korban sedang bermain dan menggambar di kamar dengan kondisi rumah terkunci.
"Tidak lama setelah ibunya pergi sekitar 5 hingga 10 menit si ibunya balik, ketika si ibunya balik, posisi si anak sudah tidak ada di dalam kamar," ungkapnya.
Saat tahun APH tak ada di rumah, sang ibu pun panik dan memberitahu istri Arif yang sedang sakit di dalam rumah yang berada tepat di samping rumah korban.
Arif mengatakan ada kabar yang mengatakan korban diculik oleh orang yang tak dikenal.
"Diduga ada yang masuk, (mungkin diculik) karena termasuk rapi, soalnya pintu ditutup lagi," jelasnya.
Bahkan, kata dia, posisi korban keluar rumah sudah membawa sandal yang ada di depan rumahnya dengan posisi pintu rumah tertutup rapi.
"ATM sama uang ngga diambil, (korban) hanya bawa handphone ibunya," jelasnya.
Pada saat kejadian, Arif mengatakan ponsel yang dibawa sempat dilacak oleh polisi dan poisisinya berada di Jombang.
"Di lacak GPS nya sempat berada di daerah Jombang, tidak lama setelah itu GPS nya hilang," tandasnya.
Dua hari kemudian, saat Arif akan berangkat kerja pada Kamis (19/9/2024), ia mendengar ibu korban menangis cukup keras.
Pada saat melihat di rumah korban, ibu dan ayah korban memberitahu kepadanya kalau anaknya telah ditemukan.
"Katanya ada yang ngirim gambar anaknya sudah ditemukan di daerah Lebak, posisinya di laut, meninggal dunia," ungkapnya.
Arif menyebut, orangtua korban meyakini foto yang dikirim itu merupakan anaknya.
"Ibu korban yakin itu pakaian yang digunakan korban karena mungkin dia yang beli jadi tahu itu baju anaknya," tandasnya.
Kapolsek Cilograng, Iptu Acep mengatakan jasad korban ditemukan di muara Sungai Cihara dengan kondisi wajah dilakban.
“Ditemukan tergeletak di batu-batu dengan muka dilakban berwarna hitam,” pungkasnya.
Nagita Slavina Dikabarkan Adopsi Anak Kembar Mpok Alpa, Raffi Ahmad Singgung Soal Rayyanza |
![]() |
---|
Detik-detik Massa Ojol Luapkan Amarah hingga Lempari Kapolda Irjen Asep Edi Seusai Pemakaman Affan |
![]() |
---|
Perut Membesar, Lansia di Batam 12 Kali Rudapaksa Disabilitas hingga Hamil 7 Bulan |
![]() |
---|
Kabar Dosen yang Lempar Skripsi di Universitas Nias, Benarkah Berujung Damai? |
![]() |
---|
Tangis Nikita Mirzan Pecah saat Dengar Jawaban dari Ahli UU ITE, Ternyata Gegara Hal ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.