Berita Kesehatan

Obat Khusus dan Pentingnya Diagnosis Awal untuk Pasien Alzheimer di Kota Jambi

Penyakit Alzheimer yang sering dianggap sebagai bagian normal dari penuaan semakin menjadi perhatian di Kota Jambi.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rohmayana
Tribunjambi.com/ Rara Khushshoh Azzahro
dr. Mirna 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Penyakit Alzheimer yang sering dianggap sebagai bagian normal dari penuaan semakin menjadi perhatian di Kota Jambi.

Menurut dr. Mirna Marhami Iskandar, Sp., N., dokter spesialis neurologi di RSUD Haji Abdul Manap, kasus Alzheimer jarang terdeteksi pada tahap awal karena masyarakat sering menganggap gejala penyakit ini sebagai bagian dari proses penuaan yang wajar.

dr. Mirna mengungkapkan bahwa gejala Alzheimer, yang sering disebut sebagai “pikun” oleh orang awam, sering kali diabaikan oleh keluarga pasien. “Gejala seperti sering lupa atau tidak dapat mengingat informasi baru harusnya memicu pemeriksaan medis.

Alzheimer bukanlah kondisi yang biasa-biasa saja; orang yang menderita penyakit ini mungkin mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari yang dianggap mudah oleh orang lain,” jelasnya,  Sabtu (16/09/2024).

RSUD Haji Abdul Manap di Kota Jambi menggunakan berbagai jenis obat untuk membantu mengelola gejala Alzheimer, termasuk Donepezil, yang tersedia dalam dosis 5 miligram dan 10 miligram.

 Donepezil adalah obat golongan inhibitor kolinesterase yang dirancang untuk meningkatkan kadar neurotransmiter di otak dan membantu memperbaiki fungsi kognitif pasien.

“Donepezil telah menunjukkan hasil yang positif pada pasien kami, membantu mereka dalam mempertahankan kemampuan memori dan berfungsi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap dr. Mirna.

Penggunaan obat ini diharapkan dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Baca juga: Hasil Panen Padi Menurun, Petani Desa Pembengis, Tanjab Barat Minta Bantuan Obat Hama Tikus

Baca juga:  Balai Taman Nasional Bukit Duabelas Budidayakan Anggrek hingga Tanaman Obat

dr. Mirna juga menyoroti pentingnya diagnosis dini dalam pengelolaan Alzheimer.

 “Keluarga sering kali menganggap bahwa pasien yang mengalami penurunan kemampuan kognitif masih bisa melakukan aktivitas seperti makan dan minum obat dengan sendirinya. Padahal, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan tugas-tugas tersebut karena lupa,” katanya.

Dengan meningkatkan kesadaran tentang gejala Alzheimer dan pentingnya diagnosis awal, diharapkan masyarakat dapat lebih cepat mencari bantuan medis dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk pasien Alzheimer.

Deteksi dini dan pengelolaan yang tepat dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan. (Tribun Jambi/ Rara Khushshoh Azzahro)

Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved