Rabu, 15 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 2 September 2024 - Kupahami yang Kupercaya

Bacaan ayat: Yohanes 6:66 (TB)  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 2 September 2024 - Kupahami yang Kupercaya

Bacaan ayat: Yohanes 6:66 (TB)  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Gonjang-ganjing politik mulai terasa. Katanya sich, tidak ada teman dan lawan yang abadi; yang ada adalah kepentingan yang abadi. Rasanya benar juga sich! Rakyat disuguhi berbagai manufer politik.

Pagi ini A berkawan dengan B dan berseberangan dengan C. Namun siang kedapatan B sedang makan bersama dengan C, dengan dalih persahabatan. 

Rasanya menjadi sulit untuk mengajarkan tentang komitmen, apalagi jika harus menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. Menghadapi fakta dilapangan yang memilukan, akhirnya banyak yang melenggang pergi. 

Beberapa bertahan dengan idealisme, beberapa yang lain mulai goyah; namun lebih banyak yang cair, mengikuti arus yang menghanyutkan kearah sungai mengalir dan bermuara. 

Para murid ngeloyor pergi. Mereka kecewa kepada Yesus. Ekspektasi untuk terus mendapatkan mujizat harus kandas ketika teguran Yesus keras menampar.

 Apalagi ajaran Yesus mulai sulit dimengerti, atau mengarah pada tindakan brutal dan barbar. Apa bedanya Yesus dengan para pengajar lain, bahkan pengajar lain pengajarannya lebih mudah diterima dan diipahami.

Tip sederhana, paham yang masuk akal, beberapa kata bijak: rasanya lebih mudah dimengerti. Bayangkan apa yang dirasakan dan dipikirkan orang saat Yesus berucap, "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.". 

Bukankah ini ujaran anarkhi tentang pembunuhan? Tidak bisa dihindari bahwa pemahaman harafiah masih dominan dalam benak orang banyak. Bahkan hingga hari ini; masih saja ada orang-orang yang tidak paham dengan beberapa pengajaran Yesus.

Dimana letak persoalannya? Yesus yang salah mengajar, atau orang-orang yang salah memahami? Pada posisi ini, seseorang sedang di uji: apakah ia benar-benar paham dengan iman yang dimiliki? 

Membaca Alkitab secara utuh, dari Kejadian hingga Wahyu, menjadi trik jitu dalam memahami ajaran Yesus. Bagi mereka yang telah terbiasa membaca Alkitab secara utuh, secara otomatis akan terhindar dari salah memahami ajaran Yesus. Tidak mungkin Yesus mngajarkan tentang kehidupan anarkhi yang barbar.

Membaca konteksnya secara utuh, kita akan paham dan mendapatkan kesimpulan bahwa Yesus sedang berbincang tentang persekutuan yang akrab, dekat dan intim antara Diri-Nya dengan orang-orang yang percaya kepadanya. Kedekatan relasi tersebut termeraforakan dalam ungkapan 'makan daging-Ku dan minum darah-Ku'. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved