Pilkada Serentak 2024

Pengamat Menilai Anies Baswedan Seolah Mencoba Keberuntungan, Usai Gagal di Pilpres dan Pilkada 

Gagal di Pilpres, Anies Baswedan seolah berminat mendaftar ke Pilkada Serentak 2024, meski akhirnya gagal. Anies Baswedan mengungkapkan rasa penyesal

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Anies Baswedan memberi sambutan dalam acara halal bihalal JRMK, Jakarta Utara (Jakut), Minggu (19/5/2024). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA -  Gagal di Pilpres, Anies Baswedan seolah berminat mendaftar ke Pilkada Serentak 2024, meski akhirnya gagal.

Anies Baswedan mengungkapkan rasa penyesalannya tak bisa berlaga dalam gelaran Pilkada Jakarta 2024.

Menurut dia setelah mengikuti di Pilpres 2024 lalu namun gagal terpilih jadi presiden, sejumlah masyarakat silih berganti datang ke rumahnya menyampaikan keluhan.

Kata dia, itu yang mendorongnya terus bertekad memperjuangkan aspirasi masyarakat itu dengan memutuskan kembali maju sebagai bakal calon gubernur Jakarta meskipun gagal lagi.

Kayak Cari Peruntungan

Terkaity hal ini,  Pengamat Politik Hendri Satrio berpendapat Anies Baswedan seolah mencari peruntungan.

Apalagi Anies Baswedan juga dikabarkan akan maju di Pilgub Jabar tapi juga gagal.

Baca juga: 10 Instansi Sepi Peminat di CPNS 2024 - Setjen MPR, komnas HAM, Kemenpan RB, BPIP

Baca juga: Mahfud MD Buka-bukaan, Ungkap Partai Politik Telah Disandera Penguasa: Bukan Rahasia Lagi

"Saya dari awal melihatnya begini. Kalau setelah nyapres sudah ultimate, kalau kemudian dia nyagub, menurut saya kayak orang nyari peruntungan gitu loh," kata Hendri dikutip dari Youtube Kompas.com, Jumat (20/8/2024).

Menurut Hendri, Anies dapat melakukan langkah politik lain setelah gagal dalam Pilpres 2024.

Ia mengingatkan Anies sebagai seorang politisi sudah mencapai level nasional ketika berkontestasi dalam pilpres.

Meskipun ia menuturkan hak Anies Baswedan juga untuk maju lagi di level pilkada.

"Apakah masih ada karir politik yang ingin dia daki dan langkahi. Dan para pendukung Mas Anies masih banyak sehingga bersemangat banget tuh," katanya.

Hendri mengaku tidak mendapatkan alasan rezim mengizinkan Anies Baswedan kartunya terbuka kembali untuk maju lagi di Pilgub.

Pasalnya, bila kartu Anies Baswedan terbuka maka akan menjadi pesaing kuat rezim pada Pilpres 2029.

"Partai politik akhirnya meninggalkan Anies Baswedan. Dengan PKS pun enggak jalan, ada angin surga, angin baru bahwa MK memutuskan ambang batas partai. Tapi kan parpol enggak ada perubahan yang sudah ada di KIM tetap di KIM enggak tercerai berai," katanya.

Baca juga: Kronologi Selebgram Perempuan di Jambi Ditangkap Gara-gara Promosikan Judi Online Tiga Tahun

Baca juga: Prediksi Skor Stuttgart vs Mainz, Statistik Tim, Line Up & Head to Head di Bundesliga

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved