Berita Viral
Anies Gigit Jari Coba Pilkada di Markas Prabowo Malah Terjungkal Dijegal Mulyono
Alasannya cukup menarik, yakni karena nama 'Mulyono' sendiri disebut-sebut menjadi nama asli dari Jokowi.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Nama Mulyono mendadak ramai jadi sorotan usai menjegal langkah Anies Baswedan.
Belakangan nama Mulyono disebut-sebut sebagai sosok yang menjegal Anies Baswedan maju di Pilkada Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Diketahui Anies Baswedan gagal maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada Serentak 2024.
Tak lama berselang, Anies Baswedan juga membatalkan diri maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat.
Padahal sebelumnya Anies Baswedan sudah digadang-gadang bakal maju di Pilgub Jawa Barat berpasangan degan Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono.
Pasangan ini sebelumnya diprediksi bakal bertempur habis-habisan untuk meraih suara di basis Prabowo Subianto itu.
Namun, menjelang detik-detik terakhir batas waktu pendaftaran calon kepala daerah di KPU, Kamis (29/8/2024) malam, Anies Baswedan mendadak mengurungkan niatnya maju di Jawa Barat.
Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Sabtu, 31 Agustus 2024: Cinta, Karir, Keuangan, Kesehatan
Baca juga: 3 Shio Paling Beruntung soal Uang Sabtu 31 Agustus 2024: Shio Kerbau, Shio Anjing, Shio Kambing
Baca juga: Arti Mimpi Berenang Simbol Kebebasan hingga Keberuntungan
Dengan pembatalan ini, maka Anies Baswedan bisa dipastikan tidak bertarung di Pilkada serentak 2024.
Massa sudah menantikan Anies Baswedan di KPUD Jawa Barat
Pada Kamis (29/8/2024) malam, kabarnya Anies Baswedan sudah tiba di Bandung untuk didaftarkan PDIP di Kantor KPU Jabar.
Di Kantor DPD PDIP Jawa Barat sendiri sudah disemuti massa sejak sore harinya.
Mereka semua menantikan sosok Anies Baswedan akan diantar ke Kantor KPU Jabar yang hanya berjarak beberapa kilometer saja dari Kantor DPD PDIP Jabar.
Namun pada menit-menit terakhir tersebut, Anies tak kunjung muncul.
Singkat cerita, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono dan Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat Abdy Yuhana pun datang ke Kantor KPU Jabar jelang tengah malam.
Bahkan saat itu pun, sempat beredar kabar bahwa marekalah yang akan mencalonkan diri. Namun akhirnya semua drama berakhir setelah Ono menyatakan bahwa yang akan mencalonkan diri bukanlah mereka.
Ono saat itu mendaftarkan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dari PDIP. Namun, pasangan calon ini tidak hadir dalam penyerahan berkas tersebut seperti pasangan lainnya.
Keduanya menyampaikan kesediaan pencalonan lewat video streaming.
Ono Surono kemudian mengatakan bahwa Anies Baswedan sempat menyetujui untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat melalui PDIP.
Kendati demikian, di hari terakhir pendaftaran, Anies Baswedan disebut menolak untuk maju di Pilgub Jabar.
“Terakhir kami mendapatkan kabar bahwa Pak Anies bersedia diusung oleh PDIP Perjuangan untuk maju di Jawa Barat,” kata Ono di Kantor KPU Jabar, Jumat (30/8/2024).

Ono secara blak-blakan kemudian menyebut Anies Baswedan dihambat oleh sejumlah pihak agar tidak bisa mencalonkan diri di Pilkada Jabar 2024.
“Ya, ada penjegalan. Tidak secara spesifik saya sampaikan, tapi kan sudah kita bisa lihat Pak Anies dijegal di DKI dan ini juga terjadi di Jawa Barat teman-teman bisa menafsirkan sendiri dan bentuknya seperti apa,” kata dia.
Ono menyebut, upaya penjegalan tersebut dilakukan oleh sekelompok yang menjegal PDIP dalam mencalonkan Anies.
"Mulyono dan Geng," katanya.
“Tapi fakta itu (dijegal) yang kita alami bersama,”pungkasnya.
Ono secara tegas meminta Mulyono jangan cawe-cawe di Pilkada.
“Mulyono jangan cawe-cawe lagi di Pilkada, biarkan rakyat mempunyai pilihan sesuai dengan hati nuraninya,” kata Ono.
Siapa Sosok Mulyono?
Mencuatnya nama 'Mulyono' sebenarnya telah berlangsung lama.
Sedikit kilas balik, nama tersebut trending di media sosial ketika hangatnya aksi kawal putusan MK terkait Pilkada.
Setelah ditelusuri, nama 'Mulyono' ini sepertinya merujuk kepada sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Alasannya cukup menarik, yakni karena nama 'Mulyono' sendiri disebut-sebut menjadi nama asli dari Jokowi.
Diolah dari berbagai sumber, Jumat (30/8/2024), Joko Widodo lahir di Solo pada 21 Juni 1961.
Ia adalah putra dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi.
Saat lahir, awalnya dia tidak diberi nama langsung sebagai Joko Widodo, tetapi Mulyono.
Dalam bahasa Jawa, Mulyono dimaknai dengan arti mulia.
Namun, karena sering sakit-sakitan, orang tuanya memutuskan untuk mengganti nama buah hatinya menjadi Joko Widodo.
Adapun maknanya adalah anak laki-laki yang selamat dan sejahtera.
Seiring waktu berjalan, nama Joko Widodo (Jokowi) telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan Internasional.
Terpilih sebagai Presiden ke-7 RI, Jokowi menjabat selama dua periode, yakni 2014-2019 dan 2019-2024.
Namun belum diketahui secara pasti apakah benar sosok 'Mulyono' yang dimaksud Ketua DPD PDIP PDIP Jawa Barat, Ono Surono, dalam pernyataannya adalah Presiden Jokowi.
Karena bisa saja, maksud dari penyebutannya (Mulyono) itu adalah untuk sosok lain yang tidak dikenal luas oleh publik.
Jokowi lahir pada 21 Juni 1961 di Solo.
Jokowi adalah anak sulung dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi, dengan tiga adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati.
Masa kecil Jokowi dipenuhi dengan tantangan dan kesulitan.
Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang tinggal di rumah kontrakan di bantaran Kali Anyar, Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Selama 12 tahun, keluarganya hidup di pinggir kali, dengan ayahnya berjualan kayu dan bambu untuk menghidupi mereka.
Kehidupan mereka sering berpindah-pindah karena rumah sewa yang mereka tinggali sering digusur oleh pemerintah kota.
Pendidikan dasar Jokowi dimulai di SD Negeri 112 Tirtoyoso, Solo, dan lulus pada tahun 1973.
Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surakarta, lulus tahun 1976, dan SMA Negeri 6 Surakarta, lulus tahun 1980.
Jokowi melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), memilih jurusan teknologi kayu, sebuah bidang yang erat dengan latar belakang keluarganya.
Jokowi lulus dari UGM pada tahun 1985 dengan skripsi berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta.”
Hal itu pun semakin mengukuchkan kecintaannya pada dunia perkayuan.
Nagita Slavina Dikabarkan Adopsi Anak Kembar Mpok Alpa, Raffi Ahmad Singgung Soal Rayyanza |
![]() |
---|
Detik-detik Massa Ojol Luapkan Amarah hingga Lempari Kapolda Irjen Asep Edi Seusai Pemakaman Affan |
![]() |
---|
Perut Membesar, Lansia di Batam 12 Kali Rudapaksa Disabilitas hingga Hamil 7 Bulan |
![]() |
---|
Kabar Dosen yang Lempar Skripsi di Universitas Nias, Benarkah Berujung Damai? |
![]() |
---|
Tangis Nikita Mirzan Pecah saat Dengar Jawaban dari Ahli UU ITE, Ternyata Gegara Hal ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.