Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen 29 Agustus 2024 - Menemukan Kasih Karunia Allah
Bacaan ayat: Markus 7:28 (TB) Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan a
Renungan Harian Kristen 29 Agustus 2024 - Menemukan Kasih Karunia Allah
Bacaan ayat: Markus 7:28 (TB) Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Hari ini hukum ekonomi telah menjadi raja atas kehidupan. Hampir segala hal terkait dengan dunia ekonomi. Penambahan, pengurangan, pembagian dan perkalian, telah berubah wujud dalam keuntungan dan kerugian. Hampir segala keputusan dan pilihan dibuat berdasarkan pertimbangan untung rugi.
Apa yang dikeluarkan harus sesuai dengan apa yang didapatkan. Pertukaran menjadi seimbang jika dinilai menguntungkan semua pihak.
Maka jangan heran jika banyak yang mengalami kesulitan untuk memahami kansep kasih karunia dan anugerah. Jika seseorang mendapatkan sesuai atau diberi sesuatu tanpa merasa telah berbuat apa-apa, maka ia akan bertanya, "Untuk apa?".
Karya penyelamatan Allah itu murni kasih karunia. Banyak orang sempat bertanya, mengapa harus Israel dan bukan bangsa lain?
Menjawab pertanyaan tersebut, perlu muncur sedikit untuk paham. Bahwa Allah memang merencanakan hadirnya Israel untuk karya penyelamatan. Abraham, Ishak dan Yakub adalah awal mula karya penyelamatan dinyatakan.
Yakub diubah namanya oleh Allah menjadi Israel, sampai akhirnya menjadi sebuah bangsa yang besar, dimana karya penyelamatan dilakukan.
Lalu bagaimana dengan bangsa lain? Mereka terhisap dalam karya penyelamatan yang sama jika percaya. Meskipun demikian, memahaminya bukan perkara mudah.
Seorang perempuan dari bangsa lain datang pada Yesus untuk mendapatkan pertolongan. Anaknya sakit karena kerasukan roh jahat. Rasanya mustahil untuk meminta bantuan Yesus mengingat perbedaan kebangsaan.
Dan itu terbukti ketika Yesuspun memberi kesan penolakan saat Ia berkata, "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Merespon pernyataan Yesus, tidak membuat sang perempuan mundur.
Dengan metafora yang paralel, ia berucap, "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." Imannya yang besar membuatnya teguh dalam pendirian bahwa Sang Guru dapat menolong.
Apa yang dilakukan sang perempuan mengajarkan beberapa hal kepada kita; bahwa iman perlu disertai dengan kerendahan hati. Tanpa kerendahan hati iman hanya menjadi sebuah kesombongan rohani yang meracuni kehidupan.
Bahwa kerendahan hati perlu didasarkan pada sikap sadar diri. Pengakuan akan ketidaklayakan akan membuat seseorang tampil dalam pengharapan. Sadar bahwa sebenarnya tidak layak dan mengharapkan kasih karunia dari Allah.
Belajarlah dari sang perempuan dalam kerendahan hati untuk menemukan kasih karunia Allah. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang
Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 163: Identifikasi Proses Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari |
![]() |
---|
Daftar Bacakada pada Pilkada di Jambi yang Sudah Daftar ke KPU - Pilgub Jambi, Merangin, Tanjab |
![]() |
---|
Nalim-Nilwan Yahya Deklarasi dan Mendaftarkan Diri ke KPU Jelang Pilbup Merangin |
![]() |
---|
Resep Kimchi Rumahan dengan Bahan Lokal, Sajikan dengan Wijen Panggang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.