Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 13 Agustus 2024 - Jangan Lupa, Ceritakan!

Bacaan ayat: Ulangan 4:9 (TB)  Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 13 Agustus 2024 - Jangan Lupa, Ceritakan...

Bacaan ayat: Ulangan 4:9 (TB)  Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu, 

Oleh Pdt Feri Nugroho


Penyakit umum pada manusia itu adalah lupa. Pada satu sisi, lupa memang anugerah. Seseorang akan bisa move on ketika lupa dengan detail kesedihan yang dialami. Lupa bisa menjadi anugerah saat terkait dengan berbagai-bagai peristiwa buruk yang dialami.

Tujuannya agar tidak trauma. Jangan sampai kehidupan terus dibebani masa lalu sementara masa depan menunggu untuk ditata. Sayangnya, anugerah tersebut dapat menjadi petaka ketika terkait dengan hal-hal baik dalam hidup. 

Budaya tulisan menjadi upaya manusia untuk mengatasi lupa. Tujuannya, dengan menuliskan segala hal baik yang pernah terjadi, maka peristiwa baik tersebut dapat dikenang kembali pada masa depan. Pengenangan ini dapat mengispirasi untuk penataan masa depan yang lebih baik.

Berbagai-bagai pengalaman baik, akan menyemangati sebuah generasi untuk menata kehidupannya menjadi lebih baik. 

Musa mendapatkan tugas penting dari Allah. Dia diminta untuk tidak melupakan pengrnalan bersama Tuhan dalam kehidupannya. Pengalaman baik bersama Tuhan menjadi pesan penting dalam setiap pewartaannya tentang kasih Tuhan. 

Bukan hanya untuk diingat, lebih jauh Allah menghendaki bahwa Musa menceritakan pengalaman tersebut kepada generasi berikutnya. Sebuah cerita yang menjadi warisan iman untuk diteruskan dari generasi ke generasi.

Sepuluh hukum Tuhan yang menjadi pandu dan pedoman dalam berperilaku. Jangan ada Allah lain, jangan membuat patung, jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, ingat dan kuduskan hari Sabat, hormati ayah dan ibu, jangan membunuh jangan berzinah, jangan mencuri, jangan berdusta dan jangan menginginkan apa yang dipunyai sesama; menjadi hukum dasar untuk perilaku yang benar hingga hari ini. 

Sebelum pada level tidak melupakan dan mengajarkan, maka perlu membaca untuk mengerti. Menghafal, menjadi cara sederhana bahwa seseorang mulai paham maksudnya. Jika telah hafal, maka berlanjut dengan paham dengan pengajaran yang dimaksudkan.

 Kemanapun melangkah dan apapun yang dihadapi, sangat mudah untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang tidak benar, didasarlan pada Hukum Tuhan. Mengajarkan, menjadi langkah nyata untuk melakukan hukum tersebut dalam kehidupan.

Proses ini menjadi perjalanan spiral untuk semakin menjadi pelaku firman yang sejati. Kapan dimulai? Hari ini sekarang ini! Amin

     Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS siloam Palembang

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved