Femalenial Jambi

Ridhatul Fitri, Memanfaatkan Keilmuan Kesehatan Masyarakat untuk Masyarakat Adat Terpencil

Ridhatul Fitri bukanlah sosok yang mudah terpengaruh oleh arus kehidupan. Sejak remaja, ia sudah memiliki impian yang jelas menjadi seseorang yang mam

ist
Ridhatul Fitri 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Dalam hidup, setiap individu memiliki pandangan dan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang melihat hidup sebagai sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, ada pula yang menganggapnya sebagai panggung untuk menyalurkan mimpi dan cita-cita. 

Bagi sebagian orang, hidup adalah tentang memberikan dampak positif bagi sesama, menjadikannya lebih dari sekadar eksistensi, melainkan sebuah kontribusi yang berarti. Inilah yang menjadi pandangan Ridhatul Fitri, seorang perempuan muda yang memilih jalan hidup sebagai mahasiswi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Ridhatul Fitri bukanlah sosok yang mudah terpengaruh oleh arus kehidupan. Sejak remaja, ia sudah memiliki impian yang jelas menjadi seseorang yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang sering kali terpinggirkan dari arus utama pembangunan. Dengan latar belakang ini, dia memilih untuk mendalami Ilmu Kesehatan Masyarakat di universitasnya, sebuah keputusan yang diambil bukan hanya berdasarkan tren atau pengaruh eksternal, tetapi dari hatinya yang paling dalam.

Perjalanan Ridhatul di dunia kesehatan masyarakat tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas. Melalui keterlibatannya dengan komunitas Gerakan Merangkul Mimpi dan Cita Komunitas Adat Terpencil (GEMPITA), dia belajar bagaimana caranya merangkul masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Dengan rendah hati, dia menyusuri jalan-jalan berbatu dan menyeberangi sungai-sungai kecil untuk bertemu dengan masyarakat yang membutuhkan edukasi kesehatan. Dalam setiap perjalanannya, Ridhatul menyadari bahwa peran seorang tenaga kesehatan bukan hanya sebatas memberikan pelayanan medis, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dan pemberdayaan masyarakat.

“Di prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, kami belajar banyak tentang cara menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat terpencil,” katanya dengan mata yang berbinar-binar. “Kami diajarkan untuk melihat kondisi riil di lapangan, menganalisis permasalahan, dan merancang intervensi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.”

Baginya, kegiatan seperti sosialisasi, penyuluhan, dan pemberdayaan masyarakat bukan hanya sekadar kewajiban akademis, tetapi juga panggilan hati. "Membantu masyarakat di daerah terpencil adalah sesuatu yang membuat hati saya merasa puas dan berarti," ujarnya penuh keyakinan.

Keputusan Ridhatul untuk memilih jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Sejak masih di bangku SMA, ia sudah menetapkan hatinya untuk mendalami bidang ini. Walaupun sempat bimbang sebelum finalisasi SNBT, pilihan hatinya tidak pernah berubah. Kesehatan masyarakat adalah jalan yang sudah dia rencanakan jauh sebelum dia menginjakkan kaki di universitas.

“Bagi saya, memilih jurusan ini sangat menyenangkan karena ada banyak bidang ilmu yang bisa dipelajari. Kompleks, tetapi tetap menarik. Saya senang mengeksplorasi hal-hal baru, dan jurusan ini memberikan banyak ruang untuk itu,” jelasnya.

Didukung oleh kedua orang tuanya, Ridhatul merasa nyaman menjalani kuliah dan aktivitas sosialnya. Dia aktif mengikuti berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kampus, yang berkaitan dengan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Kini, Ridhatul Fitri terus berjalan di jalan yang sudah ia pilih, dengan semangat yang tak pernah padam. Baginya, hidup adalah tentang bagaimana kita bisa memberi dampak positif bagi orang lain, terutama mereka yang paling membutuhkan. Dan sebagai seorang mahasiswi Ilmu Kesehatan Masyarakat, dia telah memilih untuk menjadi cahaya bagi mereka yang hidup di tengah keterbatasan.

Baca juga: Pedagang Bendera Merah Putih di Kuala Tungkal Keluhkan Sepinya Pembeli

Baca juga: Semarakkan HUT RI ke-79, Masyarakat Sarolangun Dapat Bendera Gratis

Baca juga: Begini Pengakuan Remaja Kabur Usai Top Up Dana Rp 720 Ribu

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved