Berita Jambi

Ini Cerita Pegawai PDAM Tirta Mayang Jambi yang Keracunan Makanan Saat Perayaan HUT

Perayaan Hari Ulang Tahun ( HUT) Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Mayang Jambi yang dulu lebih dikenal dengan nama PDAM beberapa waktu lalu

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Suci Rahayu PK
Ist
ILUSTRASI - Insiden dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan staf Perumda Air Minum (Perumda) Tirta Mayang Kota Jambi pada acara peringatan HUT ke-50 masih dalam tahap investigasi. 

Keracunan makanan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perayaan Hari Ulang Tahun ( HUT) Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Mayang Jambi yang dulu lebih dikenal dengan nama PDAM beberapa waktu lalu sempat di warnai keracunan makanan.

Dari 600-an orang yang mengikuti kegiatan ada 182 orang yang mengalami keracunan makanan, dan 27 orang sempat di rawat di rumah sakit.

Sekretaris Perumda Tirta Mayang Jambi Ariyanto yang juga terdampak keracunan pada event tersebut menceritakan sangking letih nya mengurusi event tersebut ia sampai memakan nasi bungkus tersebut hingga dua bungkus.

Saat bungkus pertama ia tidak merasakan keanehan sama sekali dan menyantap dengan lahap namun di bungkus ke dua ia mulai merasakan keanehan pada nasi bungkus yang ia konsumsi.

"Jadi yang pertama itu sangking laparnya perasaan enak saja tu nasi bungkus, namun setelah nambah baru merasa agak anek, karena lapar dan letih saya makan saja," ujarnya, Kamis (1/8/2024).

Lebih lanjutan ia menceritakan efek dari makan tersebut baru dia rasakan di malam harinya dimana ia mulai merasakan meriang dan demam lalu baru di lanjutkan dengan diare, kondisi ini membuat ia harus di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: Pengoplos Gas di Jambi Sudah 6 Bulan Beroperasi, Menyasar ke Pinggiran Kota Jambi

Baca juga: RSUD Raden Mattaher Jambi Buka Layanan Pasien Terdampak Karhutla Tapi Tidak Gratis

Tidak hanya dia, istrinya yang ikut kegiatan HUT tersebut dan ikut memakan nasi bungkus dari rekanan yang sama juga merasakan hal yang sama dan juga di larikan ke rumah sakit.

"Saya dan istri sampai di larikan ke rumah sakit," ujarnya.

Senada Direktur Perumda Tirta Mayang Jambi Dwike yang juga menjadi korban dalam peristiwa juga sempat berbagi kisah kepada Tribun Jambi.

Dwike menceritakan dia mulai merasakan keanehan pada makanan tersebut saat suapan pertama. Namun ia sempat mengabaikan hingga sampai ke suapan ke lima dan akhirnya memutuskan berhenti melanjutkan makan karena merasa ada yang aneh pada makan tersebut.

Menurut Dwike keanehan pada nasi bungkus tersebut terletak pada sayur nangkanya dimana ada rasa sedikit asam dan tidak biasa.

"Rasa sayur nangkanya itu memang lain, ada sedikit asam," ungkapnya.

"Tapi dendengnya enak kok dan sempat saya habiskan," timpalnya.

Walaupun hanya makan sedikit namun tidak membuat Dwike terhindar dari dampak keracunan tersebut, ia juga merasakan diare dan meriang walau tidak sempat di rawat.

Dwike menjelaskan keracunan makanan yang di alami kelurga besar Perumda Tirta Mayang ini memang di duga berasal dari nasi bungkus yang dipesan pihak nya untuk terselenggaranya kegiatan mereka.

Baca juga: Viral Penjual Pisang Goreng Culik 2 Bocah Saat Main, Rupanya Ingin Punya Anak Perempuan

"Jadi ini kegiatan internal, saat itu pesan 1.000 nasi bungkus. Nah sehabis makan, malam dan keesokannya harinya mulai terdampak. Termasuk saya," jelasnya.

Dwike merincikan, dari 1.000 nasi bungkus yang tersebut dipesan dari 3 rumah makan berbeda. Seperti RM Dendeng Batokok Pudsko 1 sebanyak 300 bungkis, RM Dendeng Batokok Pusako 2 300 bungkus dan RM Batokok Pusako 4 Putra sebanyak 400 nasi bungkus.

Kata Dwike, rerata yang mengalami keracunan setelah menyantap nadi bungkus dari RM Batokok Pusako 4 Putra.

"Karena yang 2 lainnya tidak ada dampak," sebutnya.

Atas temuan itu, pihaknya langsung menskrinning para pegawai maupun yang lainnya ikut pada kegiatan tersebut.

"Ada 182 orang yang terdampak, tapi yang dirawat ada 27 orang. Sudah keluar dan selesai opname," terangnya.

"Gejalanya diare, dehidrasi, lemas, pusing dan lainnya," kata dia.

Selain itu kata dia, soal dugaan keracunan ini telah dilaporkan ke Dinkes Kota Jambi, melalui Puskesmas Putri Ayu.

"Sudah kita laporkan, namun hasilnya belum keluar," timpalnya.

Nantinya lanjut Dwike, jika hasil pemeriksaan ditemukan hasil yang memang mengandung racun, maka pihaknya akan membawa ke ranah hukum.

"Kalau memang hasilnya positif mengandung racun, kita akan membawanya ke ranah hukum sesuai aturan yang berlaku," jelasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: RSUD Raden Mattaher Jambi Buka Layanan Pasien Terdampak Karhutla Tapi Tidak Gratis

Baca juga: Tinjau Pembangunan Tol Baleno, Gubernur Jambi Optimis Rampung Tepat Waktu

Baca juga: Ribuan Ton Batubara di Sungai Gelam Terbakar, Dinas LH Muaro Jambi Surati Kementerian ESDM

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved