Berita Muaro Jambi

BPBD Muaro Jambi Turunkan Tim Padamkan Api di Tambang Batubara di Sungai Gelam

Ribuan ton baru bara di Tambang yang berada di Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi terbakar.

Penulis: Muzakkir | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Muzakkir
BPBD Muaro Jambi berusaha padamkan tumpukan batubara yang terbakar di tambang di Sungai Gelam 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Ribuan ton baru bara di Tambang yang berada di Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi terbakar.

Batubara yang baru dikeruk tersebut sudah terbakar sejak beberapa waktu lalu. Akibatnya warga disekitar lokasi merasa cemas dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Tumpukan batubara tersebut mengeluarkan asap tebal dengan bau tersedap. Warga sekitar menyebut jika sejak terbakarnya batu bara tersebut sudah banyak masyarakat yang mengalami batuk dan sesak nafas.

Ribuan ton baru bara di Tambang yang berada di Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi terbakar
Ribuan ton baru bara di Tambang yang berada di Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi terbakar (Tribunjambi.com/ Muzakkir)

Tak mau kebakaran ini terus meluas, tim dari BPBD kabupaten Muaro Jambi langsung terjun kelapangan untuk memadamkan api tersebut.

Kaban BPBD Kabupaten Muaro Jambi melalui Sekretaris BPBD, Dodi Dorista ketika dikonfirmasi membenarkan jika tim sudah diturunkan kelokasi untuk melakukan pemadaman.

Baca juga: 2 Bulan Batubara di Tambang Sei Gelam Muaro Jambi Terbakar, Asap Bikin Warga Sesak Nafas

Baca juga: Harga BBM Pertamina Agustus 2024, BBM Nonsubsidi Naik

"Alhamdulillah tim sudah dilapangan untuk melakukan pemadaman," kata Dodi Dorista.

Belum ada kendala yang berarti dalam pemadaman tersebut, baik itu menuju lokasi maupun sumber air.

Sampai saat ini proses pemadaman masih berlangsung. Sumber air disana tidak jauh. Sebab dilokasi ada kanal atau lobang penggalian tambang.

Warga setempat menyebut jika sampai saat ini belum ada upaya pemadaman dari pihak perusahaan ataupun dari pemerintah. Sementara api terus menjalar dan dikhawatirkan akan merembet ke kebun dan rumah warga sekitar.

"Mungkin sudah ado sekitar duo bulan mengeluarkan asap," kata Raden Zaini warga setempat.

Mereka berharap agar api yang membakar batubara tersebut segera dipadamkan. Sebab asap yang dikeluarkan dari terbakarnya batubara ini sangat menyengat dan membuat warga terserang penyakit.

Baca juga: PPP Segera Kirim 5 Calon Ketua DPRD Sarolangun, Siapakah yang Dipilih DPP Pusat?

Selain itu, masyarakat juga berharap agar tumpukan batubara ini segera diangkut agar tidak menimbulkan permasalahan lain.

"Apalagi di musim kemarau ini. Bisa-bisa terbakarnya makin meluas," katanya lagi.

Saat ini tak ada aktivitas tambang di lokasi batubara yang terbakar itu. Informasi yang dihimpun jika batubara yang dimiliki oleh tiga perusahaan ini tengah bermasalah makanya belum diangkut ke tempat yang semestinya. (Tribunjambi.com/Muzakkir)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Polisi Belum Temukan Pelaku Pembuangan Bayi di Tempat Sampah Tanjabbar

Baca juga: Harga BBM Pertamina Agustus 2024, BBM Nonsubsidi Naik

Baca juga: Penghimpunan Simpanan BRI Tumbuh 11,61 Persen Berkat Dana Murah di Triwulan II 2024

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved