Kebakaran di Jambi

Kebakaran di Mayang Ujung Jambi, Warga Lihat Api dari Bagian Bawah, Diduga Gardu Listrik Meledak

Kebakaran di Kawasan Mayang ujung, RT 35, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi diduga karena gardu listrik meledak

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/ M Yon Rinaldi
Kebakaran di Mayang Mangurai Kota Jambi 

Kebakaran di Mayang ujung Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebakaran di Kawasan Mayang ujung, RT 35, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi menghabiskan 5 ruko dan satu bangunan non permanen, Kamis (25/7/2024) malam.

Bangunan non permanen tersebut di gunakan sebagai tempat untuk membuat mebel jati.

Sementara itu, lima ruko tersebut di gunakan untuk penjualan mebel, bengkel hingga toko penjualan santan.

Jalan di Kawasan Mayang Ujung Kota Jambi Lumpuh Total karena Kebakaran
Jalan di Kawasan Mayang Ujung Kota Jambi Lumpuh Total karena Kebakaran (Tribunjambi.com/ M Yon Rinaldi)

Pemilik toko santan bernama Sulaiman yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran ini menyampaikan bahwa dirinya tidak tahu secara pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

"Api ini dari bawah, yang dibawah ini tempat servis-servis sofa. Apinya itu cepat sekali membesar, kami panik," ujarnya Kamis (25/7/2024).

Dirinya mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya peristiwa kebakaran pada malam ini. Dikarenakan pada kala itu dirinya sedang bekerja.

"Saya tidak tahu penyebabnya itu apa, karena saya sedang kerja," sebutnya.

Dia menyebutkan, bahwa dalam peristiwa kebakaran pada malam ini ada yang mengalami luka bakar sehingga dilarikan ke rumah sakit.

"Iya, tadi anak-anak dan dibawa ke Rumah Sakit," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar menyebutkan bahwa ada mendengar dua kali ledakan dalam peristiwa kebakaran ini.

"Iya, tadi ada dua kali ledakan saat peristiwa kebakaran ini," katanya.

Sementara itu, Doni Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi juga mengatakan belum mengetahui pasti apakah penyebabnya kebakaran tersebut.

Baca juga: Trabas Kerumunan saat Melihat Kebakaran di Jambi, Seorang Pengendara Motor Nyaris Diamuk Massa

Baca juga: Layaknya Konser, Warga Padati Jalan di Kawasan Mayang Ujung Kota Jambi untuk Melihat Kebakaran

Namun dugaan awal berdasarkan keterangan saksi api berasal dari pekerjaan pembuatan mebel jati di bagian non permanen.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi, bangunan non permanen yang di jadikan tempat pembuatan mebel jati tersebut bagus terbakar tanpa menyisakan bagian dari bagian.

Sementara itu, untuk bangunan ruko dinding yang terbuat dari batu masih terlihat berdiri kokoh.

Diduga Karena Gardu Listrik Meledak

Mustari Affandi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, memberikan keterangan resmi terkait insiden kebakaran yang melanda sejumlah ruko di RT 35, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, pada Kamis malam (25/7/2024).

Kebakaran tersebut menghanguskan usaha meubel jati dan empat ruko lainnya.

Mustari menyatakan bahwa laporan kebakaran diterima oleh layanan WA Damkar sekitar pukul 18.50 WIB.

"Begitu mendapat laporan dari warga bernama Hemantri, tim kami segera merespons dan tiba di lokasi dalam waktu sekitar sepuluh menit," jelas Mustari. 

"Kebakaran ini melibatkan usaha meubel jati, toko santan, dan bengkel, sehingga menyebabkan kobaran api yang cukup besar." Timpalnya 

Penyebab kebakaran diduga berasal dari ledakan gardu listrik yang menyambar ke area usaha meubel yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti tiner, cat, busa meubel, dan limbah serutan kayu.

 "Api cepat membesar dan menjalar ke ruko lainnya, menyebabkan kerugian yang belum bisa kami taksir secara pasti saat ini," jelas Mustari.

Baca juga: Kebakaran di Mayang Ujung Kota Jambi, Kerugian Ditaksir Mencapai Miliaran Rupiah

Dalam operasi pemadaman, sebanyak 45 personel dikerahkan dengan menggunakan sembilan unit kendaraan pemadam.

 "Operasi berjalan selama dua jam, dan kami menghabiskan sekitar 57.000 liter air untuk memadamkan api," ungkap Mustari. 

"Kendala utama yang kami hadapi adalah kerumunan warga yang menghambat akses ke lokasi kebakaran. Selain itu, tidak adanya tim PSC 119 di tempat kejadian juga menjadi hambatan dalam memberikan penanganan medis segera kepada korban." Timpalnya.

Tiga warga mengalami luka bakar ringan akibat kejadian ini, yaitu Yani (28), Aidan (2), dan Rozak (38).

 "Korban telah dibawa ke IGD RS Abdul Manap untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut menggunakan dua unit ambulance rumah sakit tersebut," kata Mustari.

Sebagai langkah preventif ke depan, Mustari mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan instalasi listrik dan segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya.

 "Kami juga meminta warga untuk tidak berkerumun di lokasi kebakaran agar memudahkan petugas dalam melakukan pemadaman," tutupnya.

Laporan kebakaran ini juga melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Kapolsek Kota Baru, PLN, Babinsa dan Babinkamtibmas setempat, serta Ketua RT 35. Tim kembali ke markas pada pukul 21.03 WIB setelah memastikan kondisi aman.

Pihaknya berterima kasih atas kerja sama dan dukungan semua pihak yang terlibat, serta berharap agar kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Penyebab Kebakaran di Mayang Mengurai Kota Jambi Terungkap, Diduga karena Gardu Listrik Meledak

Baca juga: Trabas Kerumunan saat Melihat Kebakaran di Jambi, Seorang Pengendara Motor Nyaris Diamuk Massa

Baca juga: Layaknya Konser, Warga Padati Jalan di Kawasan Mayang Ujung Kota Jambi untuk Melihat Kebakaran

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved