Kebakaran di Tanjab Barat

Kebakaran Gudang Sabut Kelapa di Desa Karya Maju, Polisi Lakukan Penyelidikan

Gudang sabut kelapa milik Lukas Cholikul Rahman di Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan terbakar.

Penulis: Sopianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI/SOPIANTO
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tanjung Jabung Barat tampak kesulitan untuk melakukan pemadaman api di gudang kelapa sabut yang terbakar. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Gudang sabut kelapa milik Lukas Cholikul Rahman di Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan terbakar.

Hingga saat ini, Polisi Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran gudang sabut kelapa tersebut.

Kasi Humas Polres Tanjabbar, Ipda Hendri S, membenarkan kejadian kebakaran gudang sabut kelapa di Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan.

"Gudang milik Lukas Cholikul Rahman," katanya.

Menurutnya, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran di gudang tersebut.

"Kita masih melakukan lidik. Informasi sementara, api pertama kali diketahui oleh Saidul Ka'bah yang melihat ada kepulan asap dari tumpukan sabut kelapa di belakang gudang," ungkapnya.

Ia mengatakan, api cepat berkobar karena sabut dalam keadaan kering dan kondisi angin yang kencang sehingga sulit untuk mengendalikan api.

"Tim damkar, kepolisian, dan warga berjibaku melakukan pemadaman," katanya.

Kepala Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjab Barat, M Saidin, menyebut limbah sabut kelapa itu pesanan dari PT WKS sebagai media tanam bibit.

"Alhamdulillah, selama ini gudang sabut kelapa bekerja sama dengan Bumdes Karya Maju," ujarnya.

Saidin menceritakan awal mula kejadian itu. Pada pukul 11.30 WIB, pekerja pabrik sabut kelapa melaporkan ke kantor desa bahwa ada kebakaran di pabrik sabut kelapa.

Setelah mendapat laporan tersebut, dirinya langsung menelepon petugas damkar. Beberapa waktu kemudian, petugas pun langsung datang.

"Pada saat saya tiba di gudang, api sudah membesar," ujarnya.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu, namun ia memastikan bahwa kebakaran itu bukan disebabkan oleh mesin atau aliran listrik. Menurutnya, api berasal dari belakang gudang.

"Kalau dilihat di lokasi, api bukan dari mesin atau listrik, diduga api dari belakang. Cuma sumber apinya belum diketahui," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved