Berita Bungo

Polres Bungo Sebut Hasil Uji Laboratorium Tengkorak Manusia akan Segera Keluar

Polres Bungo sebut hasil uji sampel tengkorak manusia yang diidentifikasi di laboratorium forensik Jakarta akan segera keluar.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Polres Bungo kirim sampel penemuan tengkorak manusia di Sungai Batang Tebo ke Jakarta untuk dilakukan identifikasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Polres Bungo sebut hasil uji sampel tengkorak manusia yang diidentifikasi di laboratorium forensik Jakarta akan segera keluar.

Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Febrianto mengungkapkan pihaknya saat ini menunggu hasil uji lab tersebut.

Saat ini hasil uji laboratorium sedang proses pengiriman ke Bungo, Jambi.

"Masih dalam perjalanan ke Bungo. Kami menunggu juga, semoga hasilnya sama," kata AKP Febrianto, dikonfirmasi Selasa (16/7/2024).

Adapun penemuan tengkorak ini diduga merupakan bagian organ dari korban pembunuhan sadis yang ditemukan tanpa kepala di Sungai Batang Tebo, Dusun Sungai Mancur, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, Jambi pada Minggu (9/6) lalu.

Di mana tengkorak ditemukan satu pekan kemudian sekira 7 km dari lokasi pembunuhan atau tepatnya di Sungai Batang Tebo, Dusun Teluk Pandak, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo.

Tengkorak itu sempat dibawa ke RSUD H Hanafie Bungo. Kemudian untuk memastikan, polisi mengirim sampel ke laboratorium Mabes Polri.

Adapun organ yang dikirim ke laboratorium Jakarta ialah gigi yang diambil dari tengkorak serta sampel darah dari keluarga korban pembunuhan.

"Itu yang diambil giginya sama sampel darah bapak ibunya. Betul enggak bahwa ini kepala korban pembunuhan. Sampelnya dibawa ke laboratorium forensik Mabes Polri," kata Febrianto.

Diberitakan sebelumnya, Polres Bungo ungkap motif pelaku SP (26) yang tega menghabisi nyawa Pahman (30) dengan cara sadis.

“Motifnya karena sakit hati, karena korban berulang kali menyebutkan kalau pelaku itu seorang anak yatim piatu,” kata Kapolres Bungo AKBP Singgih Hermawan.

Singgih menyebutkan bahwa pelaku dan korban merupakan teman dan bertetangga yang tinggal di Dusun Rantau Embacang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Bungo, Jambi.

Awalnya, pelaku dan korban janjian untuk memperbaiki jam tangan, kemudian setelahnya berencana minum tuak bersama dipinggir sungai, pada Sabtu (8/6).

Karena korban selalu mengucapkan bahwa pelaku merupakan anak yatim piatu yang tidak diakui lagi oleh orangtuanya. Atas ucapan yang berulang itu akhirnya pelaku sakit hati.

Akhirnya korban dibunuh di Rantau Embacang, tepatnya didekat Gedung bekas Madrasah. Pelaku membunuh korban dengan cara menebas leher dari belakang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved