Advertorial

Rektor UNJA Tanpa Canggung Keluar Masuk Lorong dan Gang Sempit Lakukan Visitasi Calon Penerima KIP-K

Rektor Universitas Jambi atau Unja, Prof Helmi melakukan sendiri visitasi untuk melakukan verifikasi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar- Kuliah

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Rektor Universitas Jambi atau Unja, Prof Helmi melakukan sendiri visitasi untuk melakukan verifikasi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-K) 

Universitas Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rektor Universitas Jambi atau Unja, Prof Helmi melakukan sendiri visitasi untuk melakukan verifikasi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-K). Bahkan ia juga ikut keluar masuk lorong dan gang sempit untuk mengunjungi calon mahasiswa penerima beasiswa.

Tanpa canggung, Prof Helmi dan tim juga masuk dan berdialog dengan mahasiswa penerima dan orang tuanya di dalam rumah. Rektor sangat terkesan dengan para mahasiswa penerima KIP-K.

Visitasi juga mengambil dokumentasi langsung berupa foto/video selama proses pemeriksaan kelengkapan berkas. Ini dilaksanakan sebagai bukti pendukung pelaksanaan kegiatan.

Kediaman salah satu penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-K).
Kediaman salah satu penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-K). (ist)

Prof Helmi sangat terkesan denganvisitasi yang ia ikuti. Ia bisa melihat langsung bagaimana kondisi calon penerima beasiswa. "Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada manipulasi data, semua terlihat," ujarnya.

Dari hasil visitasi KIP-K, Prof. Helmi mengatakan tim mendapatkan data lapangan yang sangat akurat. "Sebab kami bertemu langsung dengan calon penerima KIP-K dan keluarganya," tuturnya.

Atas dasar itulah keputusan bisa diambil secara tepat. Dari kunjugan langsung ke lapangan, imbuh Rektor, bisa dilihat calon penerima KIP-K yang sangat layak dan diprioritaskan untuk mendapatkan KIP-K.

Beberapa pertimbangan tim di antaraya, kondisi rumah yang masih kontrak, pekerjaan orang tua yang serabutan (bapak bekerja sebagai sopir tidak tetap). Bahkan ada juga yang bekerja tukang angkut, ibu sebagai asisten rumah tangga.

Baca juga: Lapas Kuala Tungkal Geledah Blok Hunian Warga Binaan, Ini yang Ditemukan

Baca juga: 2 Tanjakan Maut Simpang Rimbo-Mendalo Jambi, Kerap Makan Korban Kecelakaan

Akibatnya, kondisi keuangan tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari. Di balik itu, calon penerima KIP-K ini memiliki semangat luar biasa untuk kuliah. "Hal-hal seperti inilah yang kita pastikan di lapanga sehingga beasiswa bisa tepat sasaran," tegas Prof. Helmi.

Ia pun berharap visitasi KIP-K ini bisa membuat beasiswa tepat sasaran. Sehingga bisa membantu anak bangsa untuk meraih cita-citanya meski terkendala biaya.

Universitas Jambi (UNJA) mengirimkan 151 orang tim visitasi yang terjun langsung ke 1.957 rumah calon penerima Beasiswa KIP-K di pelosok-pelosok desa di berbagai kabupaten/kota di 5 Provinsi.

Klik www.unja.ac.id untuk melihat berita lainnya. (adv)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Komentar Enzo Le Fée setelah Resmi Bergabung dengan AS Roma dari Rennes, Tak Sabar lagi untuk Debut

Baca juga: Warga Undang H Abdul Rahman ke Penyengat Rendah Kota Jambi, Berharap HAR Buat Kampung Terkenal Lagi

Baca juga: 2 Tanjakan Maut Simpang Rimbo-Mendalo Jambi, Kerap Makan Korban Kecelakaan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved