Berita Tebo
Buntut Perangkat Desa Tebo Telantar, Dinas PMD Imbau Kegiatan Efektif dan Efisien
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tebo evaluasi kegiatan perangkat desa bimtek dan studi tiru ke Lombok.
Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tebo evaluasi kegiatan perangkat desa bimtek dan studi tiru ke Lombok.
Di mana pada pekan lalu, sebanyak 295 perangkat desa Kabupaten Tebo studi tiru ke Lombok. Namun ada sebanyak 41 orang yang sempat telantar di Bandara Soekarno Hatta saat hendak balik ke Jambi.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Tebo, Abdul Malik, mengatakan pihak desa punya kewenangan tersendiri dalam melakukan kegiatan.
Namun, dia menyebut bahwa sudah ada anjuran bupati agar kegiatan peningkatan sumber daya manusia (SDM) kedepan lebih baik.
"Arahan bupati itu agar penggunaan dana desa itu lebih efektif dan efisien. Tapi kita ini cuma bisa menghimbau," kata Malik, Rabu (10/7/2024).
Dia juga mengungkapkan bahwa kegiatan perangkat desa yang ke Lombok adalah rekomendasi Pemprov Jambi. Karena dana yang digunakan merupakan dana bantuan keuangan bersifat khusus (BKBK) Pemprov Jambi.
Malik menerangkan kegiatan perangkat desa Tebo ke Lombok pekan lalu untuk menggali peningkatan PAD.
"Bagaimana meningkatkan PAD. Desa yang dipilih itu memang sudah dipilih berdasarkan peningkatan PAD nya," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, 41 perangkat desa dari Kabupaten Tebo telantar di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, pada Jumat (5/7/2024) malam.
Mereka tak dapat kepastian keberangkatan pesawat ke Jambi.
Para perangkat desa ini sempat adu mulut dengan petugas di bandara untuk memperjelas pesawat keberangkatan ke Jambi.
Dari sebuah video terlihat beberapa perangkat cekcok dengan petugas karena tak ada kepastian pesawat.
Mereka tiba di Jakarta seusai mengikuti kegiatan bimtek dan studi tiru di Lombok. Kegiatan perangkat desa ini kerjasama dengan pihak ketiga yaitu Yayasan Sinergi Studi Nasional (SSN).
"Naik, naik, naik," ucap seseorang dalam video.
Aksi para perangkat desa ini yang memaksa masuk ke dalam gate pesawat dihadang petugas sambil memberikan penjelasan.
Menurut Abdul Malik, para perangkat desa bukan terlantar, melainkan pesawat keberangkatan delay.
"Pesawat delay," kata Malik.
Baca juga: Agus Rubiyanto-Susilawati Berpeluang Jadi Lawan Aspan-Tono di Pilbup Tebo 2024
Baca juga: Uang Rp366 Juta Iuran Kades di Tebo Jambi untuk Pengukuhan Disetor ke Rekening Pribadi Oknum Pejabat
| Daftar 65 Pejabat Eselon II, III dan IV di Tebo yang Dilantik Bupati Agus Rubiyanto |
|
|---|
| Warga Tebo Terpeleset dan Jatuh ke Sungai Batanghari saat Tunggu Perahu untuk Menyeberang |
|
|---|
| Datangi Kantor Camat, Warga Sungai Bengkal Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar |
|
|---|
| DPRD Tebo Minta Pemkab Libatkan Masyarakat Bahas Sengketa Batas Sungai Bengkal |
|
|---|
| Ingat Kasus Maling Sawit di Tebo? Lolos dari Pasal Pembunuhan, Terdakwa Divonis 2,5 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20240705-Perangkat-desa-Tebo-telantar.jpg)